Berita Pacitan
Hasil Pencarian Hari Pertama Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Ngiroboyo Pacitan Nihil
Sisir laut dan darat, hasil pencarian hari pertama wisatawan terseret ombak di Pantai Ngiroboyo Pacitan masih nihil.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra
TRIBUNJATIM.COM, PACITAN - Tim Opsar Gabungan belum berhasil menemukan Muhammad Dwi Pahlepi (40), wisatawan hanyut terseret ombak di Pantai Ngiroboyo, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo Pacitan, Jawa Timur, Minggu (3/10/2021).
Staf Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Adit menjelaskan, dalam upaya pencarian korban, Opsar Gabungan dibagi menjadi dua, yaitu tim Sru Laut dan Sru Darat.
"Sru Laut terdiri 8 personel. Sru Laut ini mulai menyisir berangkat dari Pelabuhan Tamperan hingga perairan Pantai Ngiroboyo dan sandar di Pantai Watukarung," kata Adit, Senin (4/10/2021).
Setelah mengisi BBM dan berkoordinasi di Watukarung, Sru Laut melanjutkan trip kedua.
"Pukul 14.00 WIB berangkat dari Pantai Watukarung menuju ke arah barat hingga Pantai Buyutan dan kembali ke Pelabuhan Tamperan," lanjutnya.
Sementara itu, Sru Darat menyisir di seputar Pantai Ngiroboyo ke arah barat.
"Hasilnya untuk Opsar hari ini korban belum ditemukan. Besok akan dilanjutkan kembali mulai pukul 07.00 WIB," terang Adit
Selama proses pencarian korban, tim Opsar tidak menemui kendala yang berarti, cuaca sedang cerah. Hanya saja memang arus laut sedang sangat kencang.
"Kita berharap segera ditemukan. Jika belum juga diketemukan sesuai SOP Basarnas pencarian akan dilakukan selama 7 hari ke depan," jelasnya.
Baca juga: Dua Wisatawan asal Sukoharjo Terseret Ombak di Pantai Ngiroboyo Pacitan, Satu Orang Hilang
Kejadian hilangnya seorang wisatawan berawal saat korban bersama 24 orang temannya berangkat dari Solo pada Sabtu (2/10/2021) petang.
Mereka mengendarai dua mobil dan beberapa sepeda motor.
Mereka langsung menuju Pantai Ngiroboyo dan tiba di lokasi pukul 22.00 WIB. Mereka bermalam di pantai tersebut.
Pada Minggu (3/10/21) pukul 05.00 WIB mereka bermain di tepi pantai.
Nahas sekitar pukul 05.30 WIB dua orang, yaitu Bahtiar dan Muhammad Dwi Pahlepi terseret arus ombak.
Beruntung Bahtiar masih selamat dan bisa menepi ke pantai, namun Pahlepi terus terbawa ke tengah.
Kedatangan mereka sendiri memang tanpa sepengetahuan pengelola, lantaran Pantai Ngiroboyo masih tutup, tidak dibuka untuk umum dan wisatawan.
"Di pintu masuk juga sudah pasang pengumuman penutupan, termasuk di media sosial juga diberitahukan jika Ngiroboyo masih tutup," pungkas Adit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pencarian-wisatawan-yang-terseret-ombak-di-pantai-ngiroboyo-pacitan-jawa-timur.jpg)