Breaking News:

Berita Jatim

Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak Beberkan Soal Inovasi Pendidikan, Sebut Pelajar Harus Aktif

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak beberkan terkait inovasi pendidikan, sebut pelajar kini harus aktif. Tidak hanya sebagai pendengar.

Penulis: Aqwamit Torik | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Aqwamit Torik
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat menjadi pembicara di seminar nasional 'Strategi Inovasi Pembelajaran dan Rekayasa Teknologi di Era Pandemi Covid-19' yang digelar oleh Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Minggu (10/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menjelaskan proses pembelajaran saat ini tak hanya terpaku di dalam kelas, namun juga bisa di luar kelas.

Hal ini termasuk dalam proses mengajar yang mengutamakan active learning.

Emil menambahkan, inovasi baru sangat dibutuhkan untuk strategi pembelajaran, di antaranya adalah active learning tersebut.

"Oleh karena itu, kita harus memperluas cakrawala kita dalam dunia pembelajaran," jelas Emil, saat menjadi pembicara di seminar nasional 'Strategi Inovasi Pembelajaran dan Rekayasa Teknologi di Era Pandemi Covid-19' yang digelar oleh Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), yang juga dihadiri oleh para akademisi, Minggu (10/10/2021).

Emil Dardak juga menyebut jika saat ini peserta didik sudah bukan hanya sebagai pendengar saja,  metode pembelajaran pun sudah harus diperbaharui.

Sebab peserta didik dituntut aktif, di sisi lain pengajar juga harus upgrade, bukan hanya menyampaikan tapi memberikan pemahaman kepada peserta didik.

“Hidup itu selamanya untuk belajar atau life longs learning, tidak ada batas waktu dalam belajar," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Dekan FT Unesa, Dr Maspiyah mengatakan, FT Unesa ingin berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

"Oleh karena itu, melalui tema acara ini, saya berharap kita bisa berkontribusi dan berinovasi dalam pembelajaran dan teknologi di masa pandemi Covid-19 ini," jelasnya. 

Baca juga: Jelang HUT ke-76 Provinsi Jatim, Emil Ziarah ke Makam Pemrakarsa Pembangunan Jembatan Suramadu

Sementara itu, Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FT Unesa, Dedy Rahman Prehanto melihat Covid-19 adalah penyebab segala aktivitas menjadi terhambat, termasuk pembelajaran.

Tuntutan inovasi juga terus muncul seperti pembelajaran memanfaatkan teknologi yang saat ini tersedia.

"Revolusi industri 4.0 ini merupakan upaya pengembangan taraf hidup manusia menuju perbaikan dengan mengintegrasikan dunia online, di mana segala kegiatan produksi atau yang lainnya menggunakan internet sebagai penopang utama," ujarnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved