Breaking News:

Berita Madura

30 Santri di Pamekasan Dididik Jadi Duta Agropreneur Santri

Untuk meningkatkan partisipasi regenerasi petani di kalangan santri dan kaum milenial, sebanyak 30 santri perwakilan dari beberapa pondok pesantren

Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Muchsin Rasjid
Duta Agropreneur Santri, mempelajari, penanaman pohon anggur, di Kebun Anggur Ponpes Nurul Hikmah, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Muchsin Rasjid

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN – Untuk meningkatkan partisipasi regenerasi petani di kalangan santri dan kaum milenial, sebanyak 30 santri perwakilan dari beberapa pondok pesantren (Ponpes) dan santri di masing-masing Majlis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Pamekasan, mendapatkan pembekalan sebagai Duta Agropreneur Santri (DAS), Minggu (24/10/2021).

Pembekalan untuk DAS yang direncanakan akan berlangsung selama satu bulan ke depan ini, digagas Pengurus Cabang Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama Pamekasan  (PC LPPNU Pamekasan). Lokasi pembekalan ini, selain workshop, juga studi lapangan ke enam lokasi indsutri pertanian dan peternakan, yang tersebar di enam kecamatan, di Pamekasan.

Di antara enam lokasi industri pertanian dan peternakan yang dijadikan studi lapangan itu, seperti di area Ponpes Al-Fatih Farm, Desa Klampar, Kecamatan Proppo. Kebun Anggur Ponpes Nurul Hikmah, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan. Kebun pembibitan porang, di Desa Ponteh, Kecamatan Galis. Rumah Potong Hewan ungas, Jl Pintu Gerbang dan di Kampung Holtikultura Biofarmaka, di Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Ketua LPPNU Pamekasan, KH Ilzamuddin, mengatakan, gerakan DAS yang dilakukan ini, semata-mata dalam upaya meningkatkan partisipasi regenerasi petani di kalangan santri dan kaum milenial. Karena disadari atau tidak, keberadaan petani di Pamekasan, kini makin berkurang.

Ilzamuddin, yang juga pengasuh Ponpes Al-Fatih, menegaskan,  gerakan DAS ini juga untuk mendorong kalangan santri dan kaum mileneal.

Bagaimana mereka dapat memanfaatkan secara ekonomis lahan-lahan tidur yang saat ini di Pamekasan, jumlah lahan tidur itu kian luas.

Baca juga: Lewat Buku Ilustrasi, Bianca Sada Sampaikan Impian Pengungsi Anak-anak Untuk Kehidupan Lebih Baik

Dijelaskan,  pada semester pertama pada 2022 mendatang, pihaknya memilki target, di setiap satu Ranting NU bisa melahirkan minimal satu orang satri, sebagai pengusaha pertanian. Karena 30 orang DAS ini, bertanggung jawab untuk memfasilitasi lahirnya agropreneur santri, di tiap MWC NU dan Ranting NU se Pamekasan.

“Kami optimis, jika agropreneur santri ini tidak hanya mampu mencetak satu orang di setiap Ranting NU, namun bisa lebih. Dan tidak menutup kemungkinan pula, dalam satu semester di Pamekasan ini akan lahir 500 santri pelaku agropreneur,” ujar Ilzamuddin dengan bersemangat.(sin/muchsin)

Kumpulan berita Madura terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved