Breaking News:

Berita Surabaya

Ekonomi di Surabaya Kembali Bergerak, Pendapatan Sentra Wisata Kuliner Capai 85 Persen

Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Kota Surabaya kembali menggeliat. Usai sepi sejak PPKM darurat, jumlah pengunjung di sejumlah SWK mulai merangkak naik.

SURYA/BOBBY KOLOWAY
Suasana salah satu SWK di Surabaya. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Kota Surabaya kembali menggeliat. Usai sepi sejak PPKM darurat, jumlah pengunjung di sejumlah SWK mulai merangkak naik.

Sejumlah kelonggaran sebagai dampak menurunnya Covid-19 di kota Pahlawan membuat SWK mulai ramai pengunjung. Hal ini pun disambut baik para pedagang.

Berdasarkan catatan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkopum) Kota Surabaya, kenaikan ini hampir terjadi di 48 SWK di Surabaya.

"Kalau saat ini omzet mereka (pedagang SWK) sudah luar biasa," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkopum) Kota Surabaya, Widodo Suryantoro di Surabaya, Jum'at (29/10/2021).

Satu di antara bentuk pelonggaran tersebut adalah jam buka. Saat ini, SWK diizinkan buka hingga pukul 00.00 WIB.

Kebijakan tersebut, sebelumnya telah diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, 2, dan 1 COVID-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Dalam Inmendagri itu, salah satunya diatur mengenai jam operasional bagi warung makan, warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang diizinkan hingga pukul 22.00 WIB dengan maksimal pengunjung 75 persen.

Sedangkan bagi pelaku usaha yang operasionalnya mulai malam hari, dapat beroperasi maksimal hingga pukul 00.00 WIB dengan kapasitas maksimal 75 persen.

"Pelanggan (SWK) mereka sendiri juga sudah lama menunggu kapan SWK kembali boleh dibuka," terang mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya ini.

Dari total 48 SWK yang ada di Surabaya, 26 di antaranya kini omzet penjualannya sudah mencapai lebih dari 85 persen. Bahkan, omzet di 12 SWK lain sudah mencapai 100 persen.

"Sudah sekitar 85 persen seperti normal. Ada yang sudah normal, bahkan ada yang lebih, seperti SWK Bratang dan Dharmahusada, sudah lebih dari normal," ungkap dia.

Meski sudah diizinkan buka hingga pukul 12 malam, Widodo menyatakan, seluruh pedagang di SWK tetap diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan. Tak terkecuali bagi para pengunjung atau pembeli. Seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Kami juga selalu ingatkan dan kita dampingi. Ada pendamping di sana yang selalu mengingatkan prokes," ujarnya.

Pihaknya berharap, kenaikan omzet atau pendapatan para pedagang di SWK bisa tetap diiringi konsistensi menurunkan laju Covid-19. "Saat ini omzet mereka mencapai sekitar 85 persen. Semoga, omset mereka bisa segera kembali seperti sediakala namun tetap dengan menjaga prokes," pungkas dia. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved