Breaking News:

Berita Malang

Bersama Warga, Wali Kota Malang Ikut Kerja Bakti Bersihkan Endapan Lumpur

Dampak luapan Sungai Brantas, membuat wilayah Jalan Bougenville Bawah RT 1 RW 9, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dipenuhi

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.com/ Kukuh Kurniawan
Wali Kota Malang, Sutiaji bersama dengan Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto saat berkoordinasi usai melakukan kerja bakti bersama warga membersihkan endapan lumpur dan sampah yang berasal dari luapan Sungai Brantas 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dampak luapan Sungai Brantas, membuat wilayah Jalan Bougenville Bawah RT 1 RW 9, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dipenuhi sampah dan endapan lumpur cukup tebal.

Oleh karena itu, Wali Kota Malang, Sutiaji bersama jajaran samping lainnya, langsung bergerak cepat mendatangi lokasi. Sesampainya di lokasi, Sutiaji bersama warga ikut bergotong royong membersihkan sampah dan endapan lumpur.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, pihaknya akan bergantian dengan jajaran TNI-Polri dalam penanganan kejadian bencana luapan Sungai Brantas tersebut.

Selain itu, pihaknya akan bergantian dengan jajaran TNI-Polri dalam satu komando. Komando berasal dari BPBD Kota Malang, yang mengetahui teknis di lapangan.

"Kami, pak Kapolresta, pak Dandim bekerjasama dengan Tagana melakukan rolling pembagian. Dan saya minta, menjadi satu komando. Siapa komandonya, ya BPBD Kota Malang," ujarnya kepada TribunJatim.com usai melaksanakan kerja bakti bersama warga, Jumat (5/11/2021).

Baca juga: Kuli Bangunan di Surabaya Banting Setir Jual Sabu, Berdalih Sepi Kerjaan

Dirinya menjelaskan, pihaknya juga akan selalu berkoordinasi dengan BMKG dalam hal pengamatan curah hujan.

"Kami berkoordinasi dengan BMKG, untuk melihat curah hujan saat ini bagaimana, dan apa yang perlu kita antisipasi. Kalau curah hujan tinggi disana (di Kota Batu), maka disini kami harus siap siaga terus," terangnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pendataan dan asesmen terkait nominal kerugian materi akibat dampak luapan Sungai Brantas tersebut.

"Estimasi kita masih belum, karena masih lakukan asesmen. Namun kita perkirakan dari seluruh kota Malang, kurang lebih Rp 750 juta hingga Rp 1 miliar," jelasnya.

Alie juga memgimbau kepada masyarakat Kota Malang, untuk waspda dengan cuaca ekstrem.

"Kita harus waspada, karena hujan deras yang terjadi berasal dari dampak La Nina. Dengan adanya La Nina, membuat potensi bencana hidrometeorologi meningkat 40 hingga 70 persen," tandasnya.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved