Breaking News:

Berita Gresik

Aliansi Gerak Serahkan Raport Merah Kinerja Perumda Giri Tirta, Gus Yani: Kita Tunggu Audit BPKP

Aliansi gerakan air untuk rakya (Gerak) mendesak Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) segera merombak jajaran Direksi Perusahaan umum daerah

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sugiyono
RAPORT - Aliansi Gerak menyerahkan raport merah kinerja Perumda Giri Tirta Kabupaten Gresik ke Bupati Gresik Gus Yani (Baju putih), Jumat (5/11/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Aliansi gerakan air untuk rakyat (Gerak) mendesak Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) segera merombak jajaran Direksi Perusahaan umum daerah air minum (Perumda) Giri Tirta, sebab dinilai tidak mampu megemban tugas.

Hal itu terlihat dari pengelolaan dana penyertaan modal senilai Rp 25 Miliar yang tidak maksimal, Minggu (7/11/2021). 

Ada 7 tuntutan dari Aliansi Gerak yang disampaikan ke Bupati Gus Yani, yaitu Tolak dan batalkan Perda tentang penyertaan modal untuk Perumda Giri Tirta l, karena melukai hati rakyat, sebab selama pelayanan air kurang maksimal. Seperti, pipa sering pecah, air keruh dan air tidak mengalir. 

Baca juga: Hujan Turun Saat Bagikan Bantuan Warga Gresik, Mensos Risma Langsung Minta Tagana Pasang Tenda: Lari

Selain itu, Aliansi Gerak juga menuntut usut tuntas indikasi penyalahgunaan penyertaan modal sebesar Rp 25 Miliar dari APBD tahun 2019. “Lakukan audit independen ditubuh Perumda Giri Tirta. Bukan hanya audit dari inspektorat,” kata Abdul Wahab, anggota Aliansi Gerak. 

Tuntutan lain yaitu turunkan tarif dasar air dan subsidi air untuk rakyat. Prioritaskan layanan air untuk rakyat, bukan hanya untuk industri serta golongan tertentu. Ganti seluruh jajaran Direksi di Perumda Giri Tirta sekarang juga, sebab terbukti gagal melayani kebutuhan air untuk rakyat.

“Kita juga meminta Bupati Gus Yani agar melibatkan penegak hukum untuk mengusut tuntas indikasi korupsi di Perumda Giri Tirta, seperti  yang telah dilakukan oleh KPK,” imbuhnya. 

Sementara Bupati Gresik Gus Yani mengatakan, kondisi Perumda Giri Tirta belum maksimal, sering kali pendistribusian air  macet, tagihan yang cukup besar dan kondisi air kurang layak. 

Menurut Gus Yani, buruknya layanan Perumda Giri Tirta ini disebabkan banyaknya jaringan pipa yang sangat tua. Sehingga tidak mampu menahan aliran air dari umbulan yang cukup tinggi serta banyaknya metering yang sudah tidak layak, maka menyebabkan tagihan tidak sesuai dengan realisasi penggunaan air oleh pelanggan. 

“Dengan adanya dukungan dana alokasi khusus (DAK) dari pusat, diharapkan masalah tersebut dapat teratasi dengan peremajaan jaringan pipa dan penggantian metering yang sudah tidak layak pakai,” kata Gus Yani dalam rilis Humas Pemkab Gresik

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved