Berita Politik

Kelompok Relawan Dinilai Penting di Pilpres 2024, Pengamat: Lengkapi Kekurangan Pemilih Parpol

Kehadiran kelompok relawan dalam bursa Pilpres 2024, dirasa masih akan terus menghiasi kontestasi. Sebab, posisi para relawan yang tampil mendukung fi

istimewa
Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kehadiran kelompok relawan dalam bursa Pilpres 2024, dirasa masih akan terus menghiasi kontestasi. Sebab, posisi para relawan yang tampil mendukung figur tertentu dinilai termasuk penting. 

Demikian disampaikan Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam, Senin (15/11/2021). Peneliti senior SSC itu menyebut keberadaan relawan bisa menutup kekurangan segmentasi parpol. 

"Dalam konteks kontestasi pemilu langsung di Indonesia, selama ini dukungan pemilih parpol selalu tidak cukup kendati memang penting. Apalagi, pemilih parpol juga trendnya kian variatif dan tidak selalu linier antara pilihan legislatif dan presiden atau kepala daerah," kata Surokim. 

Menurut Surokim, dalam kaitan kontestasi Pilpres, pemilih parpol besar hampir 80 persen sulit untuk bisa solid. Padahal, angka swing voters dan undecided voters selalu menunjukkan tren yang meningkat. 

Hal itu, ditambah dengan variabel masifnya penggunaan medsos yang membuat pemilih menjadi kian cerdas dan independen. 

"Hal ini yang membuat keberadaan relawan yang selama ini masih dianggap komplemeter kian penting karena bisa mengatasi kelemahan yang ada dalam pendukung lintas parpol dan komunitas," terangnya. 

Surokim yang Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) UTM itu mengungkapkan, relawan punya fleksibiltas tinggi yang bisa adaptif lebih cepat dengan perubahan zaman yang berlangsung cepat. 

"Relawan bisa bergerak lebih leluasa menjangkau berbagai komunitas lintas organisasi. Jadi relawan jika bisa diorganisasi baik posisinya akan kian penting dalam kontestasi pemilihan kini dan ke depan," ungkapnya menambahkan. 

"Ia bisa lebih dinamis dan memiliki fleksibilitas tinggi dengan daya jangkau lebih massif. Saya pikir itu yang membuat relawan akan punya posisi dan daya tawar kian kuat ke depan," tuntasnya. 

Kelompok relawan yang belakangan terus muncul dianggap menunjukkan betapa pentingnya segmen ini. Terlebih, kata Surokim, keberadaan relawan yang sudah memiliki pengalaman kontes sebelumnya akan kian penting.

Sebelumnya diberitakan, Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi Jatim mengaku terus memantau seluruh isu terkait bursa Pilpres 2024 yang belakangan turut memanas di Jawa Timur. 

Hal itu juga bakal dibawa pada forum Munas kelompok relawan tersebut yang rencananya akan berlangsung dalam waktu dekat. 

Pada forum Munas mendatang, ketika ada pembicaraan mengenai kontestasi Pilpres, hal-hal semacam itu disebut bakal dibawa oleh Seknas Jokowi Jatim. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved