Breaking News:

Berita Banyuwangi

Jadikan Percontohan, Ini yang Membuat Bupati Bangli Pelajari Smart Kampung dari Banyuwangi

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Artha mengajak seluruh perbekel (sebutan untuk kepala desa di Bali) dan para kepala SKPD di Bangli untuk belajar pro

Penulis: Haorrahman | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim/Haorrahman
Bupati Bangli Pelajari Smart Kampung Banyuwangi. Menurut Nyoman program Smart Kampung ini mampu melibatkan rakyat karena pendekatannya adalah bottom up. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Artha mengajak seluruh perbekel (sebutan untuk kepala desa di Bali) dan para kepala SKPD di Bangli untuk belajar program Smart Kampung Banyuwangi, Senin (15/11/2021). 

“Bicara pembangunan dan inovasi, Presiden dan para menteri kerap menyebut Banyuwangi sebagai daerah yang layak dicontoh. Karena itu kami menjadikan Banyuwangi sebagai jujugan untuk belajar, terutama inovasi Smart Kampung yang disebut-sebut mampu memicu desa-desa di Banyuwangi menjadi lebih bergerak,” kata Sang Nyoman.

Menurut Nyoman program Smart Kampung ini mampu melibatkan rakyat karena pendekatannya adalah bottom up.

Misalnya bagaimana tata kelola dana desa dilakukan. Dan menariknya, kata dia, prioritas yang ditetapkan Permendes beriringan dengan apa yang menjadi prioritas di Banyuwangi

"Tata kelola desa di Banyuwangi ini tersistem dan terintegrasi dengan kabupaten. Ini yang ingin kami pelajari, tiru dan modifikasi dari Banyuwangi,” bebernya.

Rombongan Kabupaten Bangli, diterima Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah di Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi.  

“Kita ini tetangga sekaligus saudara. Kami  juga banyak belajar dari Bangli," kata Sugirah.

Terkait Smart Kampung menurut Sugirah, merupakan ikhtiar Banyuwangi agar semua  desa di Banyuwangi terkoneksi internet, sehingga memudahkan pelayanan publik. 

"Wilayah Banyuwangi sangat luas. Dengan Smart Kampung mensinkronkan data-data, sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke kota untuk mengurus kebutuhan administrasi kependudukan, di desa semua bisa diselesaikan," kata Sugirah

Di dalam kerangka besar Smart Kampung, diatur pula tata kelola dana desa melalui Sistem Keuangan Desa (siskeudes) atau aplikasi untuk transparansi keuangan desa.

Banyuwangi juga sudah memiliki aplikasi E-Village Budgeting (EVB) mulai tahun 2015, dan e-monitoring system yaitu pengawasan proyek yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan TIK. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved