Breaking News:

Berita Jatim

Dinas Sosial Jatim Mulai Lakukan Verifikasi Data Penerima BLT Program Percepatan Kemiskinan Ekstrem

Dinas Sosial Jawa Timur mulai melakukan verifikasi data penerima BLT program percepatan kemiskinan ekstrem di lima kabupaten Jawa Timur.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Fatimatuz Zahroh
Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Alwi mengatakan, pihaknya mulai melakukan verifikasi dan juga validasi untuk data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dalam rangka percepatan penanganan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur, Rabu (17/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dinas Sosial Jawa Timur mulai melakukan verifikasi dan juga validasi untuk data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dalam rangka percepatan penanganan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur. 

Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Alwi mengatakan, program stimulan untuk keluarga miskin ekstrem di Jatim tersebut digulirkan Pemprov Jatim sebagai langkah konkret mendukung pemerintah pusat yang kini tengah getol memberantas kemiskinan ekstrem.

Dikatakan Alwi, di Jatim kini ada lima kabupaten yang menjadi fokus percepatan penanganan kemiskinan ekstrem, yaitu Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Lamongan. 

“Setiap kabupaten itu dipilih oleh pemerintah pusat sebanyak lima kecamatan sebagai fokus program. Yang kemudian per kecamatan dipilih lagi sebanyak 5 desa. Sehingga kalau ditotal dari 5 kabupaten itu, ada 125 desa yang kini menjadi fokus percepatan penanganan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur," kata Alwi, Rabu (17/11/2021).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Habib Alwi ini menjelasakan, Pemprov Jatim telah menerima data bahwa yang menjadi sasaran untuk mendapatkan stimulan percepatan penanganan kemiskinan ekstrem di Jatim ini adalah sebanyak 54 ribu. 

Sebelumnya sempat tersiar kabar bahwa KPM untuk program kemiskinan ekstrem berjumlah 164 ribu. Namun ia memastikan bahwa data yang benar adalah sebanyak 54 ribu KPM. 

“Sekarang ini data tersebut kita sedang verifikasi dan validasi (verivali). Verivalinya sudah hampir selesai. Jadi yang nantinya menerima stimulan dari pemprov sebagai bentuk percepatan penanganan kemiskinan ekstrem ada sekitar 54 ribu KPM,” tegas Alwi. 

Baca juga: Pemprov Jatim Gulirkan Tambahan BLT untuk Keluarga Miskin Ekstrem, per Bulan Rp 200 Ribu

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, program stimulan dari Pemprov Jatim ini memberikan bantuan langsung tunai sebesar Rp 200 ribu per keluarga penerima manfaat.

Untuk tahun 2021 ini, stimulan BLT itu akan diberikan mulai bulan November dan dilanjutkan hingga bulan Desember. 

“Datanya masih kita siapkan termasuk menunggu verivalinya. Mudah-mudahan segera selesai sehingga bisa dicairkan dan terlaksana,” tegasnya. 

Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, tahun 2022 mendatang, pemerintah pusat juga akan memperluas daerah yang diintervensi program percepatan penanganan kemiskinan ekstremnya. 

Tak tanggung tanggung, tambahannya mencapai 25 kabupaten. Sehingga mulai tahun 2022 mendatang akan ada 30 kabupaten kota yang jadi sasaran program percepatan penanganan kemiskinan ekstrem ini. 

"Dengan tambahan ini, kita nanti akan sesuaikan. Termasuk anggarannya, dan bentuk intervensinya. Tapi kita tunggu detailnya, mana saja yang ditunjuk di setiap daerah, desanya juga, dan jumlah KPM-nya berapa, nanti kita sesuaikan," tambah Khofifah. 

Ia berharap detail tersebut segera turun. Sehingga bisa dimasukkan ke APBD 2022. Sebab Khofifah ingin tahun depan anggaran penanganan kemiskinan ekstrem bisa masuk dalam APBD dan jelas terukur program yang diturunkan, bukan anggaran yang didapat dari refocusing. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved