Breaking News:

Berita Jatim

Rasakan Manfaat Bantuan Alsintan Kementan, Petani di Jatim Senang Hasil Penen Meningkat

Petani di Jawa Timur mulai merasakan manfaat bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang diberikan Kementerian Pertanian (Kementan). Bahkan, prog

Editor: Ndaru Wijayanto
KOMPAS.com/ALEK KURNIAWAN
ILUSTRASI - Kementan memberikan bantuan sebanyak 118 alat mesin pertanian (Alsintan) kepada Provinsi Sumatera Selatan. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Manfaat program bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang diberikan Kementerian Pertanian (Kementan) mulai dirasakan para petani di Jawa Timur.

Hal tersebut dirasakan oleh Heru Rusiyanto, anggota dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Surangganti Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi.

"Saya berterimakasih sekali adanya program bantuan alsintan dari pemerintah. Saya sebagai petani sangat merasakan betul manfaatnya, baik mulai dari pengolahan sampai dengan tahap panen dan pasca-panen," kata Heru Rusiyanto, Jumat (19/11/2021).

Heru mengatakan hadirnya program bantuan alsintan membuat produktivitas hasil panen padi para petani meningkat dari sebelumnya.

"Dengan adanya mesin tanam bibit itu, tentu tanaman bisa diperlakukan dengan baik. Misalnya bibit tidak boleh dipotong, istilahnya tidak boleh disiksa lah bibit itu, karena itu berpengaruh pada hasil panen," jelasnya.

Sedangkan untuk hasil panen, lanjut Heru, perbandingan cukup signifikan dari sebelum memakai Alsintan dan setelah memakai Alsintan.

"Dari sebelumnya itu hanya untuk luasan milik kami sendiri itu 6000 m² bisa dapat 30 sak atau 30 karung, atau kira-kira 3,3 ton sampe 3,6 ton, saat ini bisa dapat 5 ton sampai 6 ton. Karena kan pertumbuhan padinya kan lebih bagus dan Lebih cepat, anakannya lebih banyak dan ketika kita panen kehilangan yang jatuh-jatuh itu juga sedikit," katanya.

Tak hanya itu, kata Heru, dengan Alsintan, Selain meningkatkan produktivitas juga meningkatkan kualitas dari hasil panen para petani.

"Ketika kita pakai mesin panen, mesin panennya memakai Combine Harvester, ketika masuk ke pabrik, dipabrik itu kan ada yang namanya tara, nanti dipotong sekian persen untuk yang hampa, ketika dengan menggunakan mesin combain itu hampanya dan susut sedikit. karena kalau pakai mesin perontok yang manual yang pakai power thresher itu kita motongnya hari ini besok baru power thresher, otomatis ada penyusutan bobot karna kadar airnya berkurang, tetapi dengan mesin panen, sekarang dipotong, masuk karung dan langsung dibawa ke pabrik, seperti itu," jelasnya.

Pria yang juga Manager Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) itu, menyebut bantuan alsintan yang diberikan oleh Kementan sudah sangat baik dan membantu para petani. Kedepannya, Heru berharap Kementan bisa membantu petani, mulai dari pupuk hingga bibit.

"Kalau dari alat-alat, kementerian udah hebat lah, udah top menurut kami. Kami sudah merasakan dari nol sampai hari ini, dan kami menjadi juara satu tingkat Provinsi untuk UPJA nya," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, alsintan merupakan alat bantu untuk meningkatkan efektivitas kinerja petani di sawah. Dengan alsintan diharapkan tugas-tugas petani yang memerlukan waktu cukup lama dapat dipangkas.

Syahrul Yasin Limpo berharap alsintan dapat membantu seluruh kegiatan pertanian dan meningkatkan produktivitas mulai dari proses tanam, panen, hingga pengelolaan hasil panen.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved