Berita Madura
Kasus Penganiayaan Berujung Maut Pria di Sumenep Diduga Dilatarbelakangi Perselingkuhan
Kasus penganiayaan berujung maut pria berinisial M, di Desa Beluk Raja, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Madura, diduga bermotif perselingkuhan.
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Kasus penganiayaan berujung maut pria berinisial M, di Desa Beluk Raja, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, diduga bermotif perselingkuhan.
Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas membenarkan motif dari kasus penganiayaan berujung maut itu soal dugaan perselingkuhan korban dan istri salah satu pelaku.
"Motifnya soal perselingkuhan," kata AKP Widiarti Sutioningtyas pada Kamis (2/12/2021).
Peristiwa itu terjadi, karena para pelaku gelap mata terhadap korban yang diduga pernah berselingkuh dengan istri salah satu pelaku.
Korban yang tak menyangka akan mendapat serangan mendadak, tak sempat menghindar.
M pun tewas di rumahnya sendiri.
"Pasal yang disangkakan terhadap pelaku itu pasal 340," kata AKP Widiarti Sutioningtyas.
Sementara itu, tiga pelaku menganiayaan berujung maut dengan korban M telah diamankan polisi.
Mereka adalah Halili (30), Mioddin (60) dan Haris (40). Ketiganya merupakan warga Dusun Wakduwak, Desa Beluk Raje, Kecamatan Ambunten, Sumenep.
Baca juga: Beredar di Medsos Foto Pria di Sumenep Bersimbah Darah, Diduga Korban Pembunuhan
Ketiga pelaku itu sebelumnya sempat melarikan diri setelah menganiaya M dengan 7 luka sabetan senjata tajam, mulai dari leher, telinga, punggung dan kepala sebelah kiri atas.
Sebelumnya, seorang pria di Sumenep ditemukan tewas dengan banyak darah, Rabu (1/12/2021).
Pria tersebut berinisial M, warga Desa Beluk Raja, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura.
Bahkan foto korban beredar di media sosial (sosmed) ataupun pesan WhatsApp.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pria-di-desa-beluk-raja-sumenep-ditemukan-tewas-dengan-banyak-darah.jpg)