Berita Politik
Pengamat Sebut Pilkada Serentak 2024 Harus Tingkatkan Kualitas Demokrasi
Pilkada serentak 2024 diharapkan dapat lebih baik dari gelaran kontestasi sebelumnya. Memastikan itu penting, guna peningkatan kualitas demokrasi yang
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Januar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pilkada serentak 2024 diharapkan dapat lebih baik dari gelaran kontestasi sebelumnya. Memastikan itu penting, guna peningkatan kualitas demokrasi yang mengarah terwujudnya demokrasi substansial.
Ungkapan ini disampaikan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat Prof M Hadin Muhjad dalam kegiatan seminar nasional yang berlangsung di DPRD Jatim, Selasa (14/12/2021).
Dalam seminar bertajuk Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Serentak tahun 2024 itu, Prof Hadin menyampaikan materi terkait masalah dan tantangan Pilkada Serentak 2024.
Prof Hadin mulai memaparkan sejumlah hal berkaitan dengan potensi persoalan dengan berkaca pada gelaran Pilkada serentak beberapa gelombang sebelumnya.
Baca juga: Peserta Lulus CPNS 2021 yang Mengundurkan Diri Harus Bayar Denda? Simak Ketentuan dalam Permen PANRB
Diantaranya faktor partisipasi pemilih pada tahun Pilkada serentak 2020 yang turun akibat situasi pandemi Covid-19.
"Turun berkisar hanya berkisar 60-65% bahkan ada yang 50 persen, tetapi ada
KPPS dengan mudah meningkatkan menjadi 90 persen," ujarnya.
Prof Hadin memberikan sejumlah rekomendasi. Diantaranya, upaya yang harus dilakukan adalah meningkatkan kualitas, profesionalisme dan kemandirian penyelenggara Pilkada.
"Agar Pilkada yang memenuhi asas luber dan jurdil dapat terselenggara," ungkapnya.
Prof Hadin menyatakan, mekanisme pemilihan Pilkada serentak, memiliki prospek dan manfaat yang dapat diperoleh. Hal itu dalam memperkuat sistem ketatanegaraan di Indonesia. Termasuk memperkuat sistem pemerintahan di daerah.
Sebab itu, penataan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak 2024 harus dilakukan secara komprehensif.
"Komprehensif yang dimaksud adalah, tidak hanya terkait dengan proses penyelenggaraannya, tetapi juga dilakukan penataan kelembagaan penyelenggara Pemilu," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim Hadi Dediyansah mengatakan seminar itu digagas itu setidaknya bisa menjadi refleksi akhir tahun. Terutama, informasi terkait Pilkada serentak di tahun ini terus bergulir.
"Di persoalan Pilkada serentak ini kami mencoba untuk merangkai membagi informasi bagi seluruh stakeholder, biar semua ada satu persepsi yang sama," kata Cak Dedi, sapaan akrab politisi Gerindra ini.
Legislator Dapil Surabaya ini menyatakan, hal demikian penting untuk menyambut Pilkada serentak mendatang.
"Biar kita ada persepsi yang sama untuk kebersamaan dalam rangka merajut tali persatuan dan kesatuan NKRI," ujarnya menambahkan.
Kumpulan berita Jatim terkini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/suasana-seminar-nasional-bertajuk-penyelenggaraan-pemilihan-kepala-daerah.jpg)