Breaking News:

Berita Madura

Jembatan Suramadu Akan Ditutup Dua Jam, 3 Kapal Feri Dermaga Kamal-Tanjung Perak Tambah Jam Berlayar

PT ASDP Pelabuhan Kamal, Kabupaten Bangkalan dan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya memberikan jaminan atas terselenggaranya jasa penyeberangan

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ndaru Wijayanto
Ahmad Faisol/Surya
Arus kendaraan menuju Pulau Madura mulai terpantau padar sejat 26 Juli 2020. Hingga H-3 Lebaran Ketupat, Rabu (29/7/2020), UPT P3 LLAJ Bangkalan Dinas Perhubungan Propinsi Jatim telah mencatat sejumlah 10.000 unit kendaraan memasuki Madura melalui Jembatan Suramadu 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALANPT ASDP Pelabuhan Kamal, Kabupaten Bangkalan dan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya memberikan jaminan atas terselenggaranya jasa penyeberangan menuju Pulau Jawa atau Pulau Madura sebagai alternatif akses bagi para pelintas tujuan Pulau Jawa atau Pulau Madura.

Hal itu diungkap Kepala Satuan Polair Polres Bangkalan, AKP Arif Djunaidi usai menggelar rapat koordinasi bersama pihak pengawas dan pengelola Dermaga Kamal-Tanjung Perak terkait penutupan Jembatan Suramadu yang dilaksanakan mulai Senin (20/12/2021) pukul 23.00 WIB hingga Selasa (21/12/2021) pukul 01.00 WIB.

“Dermaga penyeberangan Kamal ataupun Tanjung Perak bisa menjadi alternatif bagi para pengendara selama aktifitas penutupan Jembatan Suramadu berlagsung. Jembatan Suramadu untuk sementara ditutup selama dua jam,” ungkap Arif kepada Surya, Sabtu (18/12/2021).

Ia menjelaskan, layanan penyeberangan dermaga Pelabuhan Kamal-Tanjung Perak yang berakhir pada pukul 19.00 WIB akan dilanjutkan sampai waktu yang tidak ditentukan untuk melayani penyeberangan selama Jembatan Suramadu ditutup.

Baca juga: Jadi Korban Curanmor, Driver Ojek Online Berinisiatif Cegat Pelakunya di Jembatan Suramadu

“Pengendara bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan jasa tiga kapal feri; KMP Jokotole,  KMP Tongkol, dan KMP Gajah Mada,” pungkas mantan Kasubbag Humas Polres Bangkalan  itu.

Sebelumnya, Kepala Satlantas Polres Bangkalan, AKP Abd Aziz Solahudin menyatakan pihaknya akan menerjunkan sedikitnya 60 personel gabungan lintas fungsi guna mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan di akses menuju Jembatan Suramadu sisi Madura.

“Biasanya para pengendara memilih untuk menunggu. Karena itu di sepanjang akses para pengendara akan kami pinggirkan di sisi kiri jalan. Kami juga tetap menyediakan satu jalur darurat untuk petugas dan ambulan,” katanya.

Penutupan Jembatan Suramdu dilakukan dalam rangka pemeliharaan dan pengujian Jembatan Suramadu dengan metode statis dan dinamis yang dilakukan oleh Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

Sekedar diketahui, pelaksanaan uji beban dengan metode statis dilakukan dengan cara kendaraan berat yang berhenti di tengah-tengah jembatan atau jalan tol.

Hal itu untuk menguji seberapa statisnya girder dari konstruksi layang dan untuk mengetahui seberapa besar lendutan di tengah jembatan.

Setelah hasil uji menunjukkan angka yang lebih kceil dari hasil perhitungan awal, dapat dihasilkan bahwa lendutannya lebih kaku sehingga lebih baik untuk kekuatan jembatan. Pengujian dilakukan lebih dari satu kali untuk mendapatkan hasil yang konsisten.

Sedangkan pelaksanaan uji beban dengan metode dinamis dilakukan dengan cara kendaraan berat dijalankan pada jalan tol atau jembatan dengan kecepatna lambat.

Uji dinamis bertujuan sebagai langkah untuk mengetahui faktor redaman jembatan dan Dynamic Amplification Factor (DAF), yakni perbandingan antara amplitude akibat beban dinamis dengan amplitude akibat beban statis yang akan menunjukkan karakteristik dari sebuah jembatan. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved