Breaking News:

Kampanye Generasi Muda Anti Fintech Ilegal Disuarakan Modal Rakyat & Pinjam Gampang

Modal Rakyat & Pinjam Gampang menggelorakan kampanye generasi muda anti Fintech ilegal agar tidak menjadi korban.

Editor: Taufiqur Rohman
TribunJatim.com/istimewa
Webinar untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan digital yang digelar PT Modal Rakyat Indonesia ( Modal Rakyat ) dan PT Kredit Plus Teknologi ( Pinjam Gampang ) dengan mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya secara daring, Rabu (22/12/2021). 

TRIBUNJATIM.COM - Perkembangan teknologi yang ada saat ini makin merambah ke semua bidang, salah satunya pada industri keuangan.

Salah satu produk yang cukup banyak digunakan masyarakat saat ini adalah Fintech Peer-to-Peer Lending (P2PL) atau yang lebih dikenal dengan sebutan ‘pinjaman online’.

Data yang tercatat hingga September 2021, total pinjaman yang telah terdistribusi ke pengguna pinjaman online berada di angka Rp 265,62 triliun dengan 104 penyelenggara fintech lending terdaftar dan berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Seiring pertumbuhan penyaluran pinjaman, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2019 juga menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 38,03 persen dan indeks inklusi keuangan 76,19 persen.

Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan hasil survei OJK pada 2016. Dalam hal ini, Jawa Timur ikut menyumbang tingkat literasi keuangan yang meningkat dari 35,6 persen menjadi 48,95 persen, seiring dengan meningkatnya indeks inklusi keuangan wilayah setempat dari 73,2 persen menjadi 87,96 persen.

Untuk mendorong tingkat literasi dan inklusi keuangan Jawa Timur, PT Modal Rakyat Indonesia ( Modal Rakyat ) dan PT Kredit Plus Teknologi ( Pinjam Gampang ) berinisiasi mengadakan program dan kolaborasi industri fintech lending demi meningkatkan inklusi dan literasi keuangan digital, baik nasional maupun regional melalui webinar nasional, Rabu (22/12/2021) dengan mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya secara daring.

Credit & Product Manager Modal Rakyat Yohanes Rico mengatakan, pihaknya berharap melalui berbagai program inklusi dan literasi keuangan digital serta proses edukasi ini, generasi muda dan para konsumen serta UMKM Jawa Timur dapat lebih memahami peran dan pemanfaatan fintech lending.

Data dari Satgas Waspada Investasi (SWI) juga mengungkap, pada periode Oktober 2021, sebanyak 116 entitas pinjol ilegal diblokir. Artinya, total platform yang ditutup sejak tahun 2018 sudah mencapai 3.631 pinjol ilegal.

Legal & Compliance Manager Pinjam Gampang Ribka Adelina menambahkan, masyarakat harus tetap waspada saat ingin meminjam uang melalui pinjaman online, karena tidak sedikit penyelenggara yang masih berstatus ilegal.

"Ada banyak tips yang bisa diterapkan sebelum melakukan pinjaman online, salah satunya pastikan lembaga tersebut legal berizin dan diawasi oleh OJK," ujarnya.

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) selaku asosiasi fintech lending juga mendukung peran aktif platform fintech lending yang turut menyuarakan gerakan 5M. Yakni, pertama mengabaikan iklan menggiurkan dari pinjaman dengan bunga besar. Kedua, melakukan pengecekan pinjaman dari situs resmi OJK dan AFPI.

Lalu ketiga, memastikan legalitas dan rekam jejak digital platform pinjaman online. Keempat, meneliti syarat dan ketentuan pinjaman. Kelima, mewaspadai penyalahgunaan data pribadi. (*)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved