Berita Trenggalek

Aturan Berwisata ke Trenggalek Selama Masa Natal dan Tahun Baru, Wajib Prokes hingga Pembatasan

Aturan jika ingin berwisata ke Trenggalek selama masa Natal dan Tahun Baru (Nataru), wajib patuhi prokes hingga pembatasan pengunjung.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
Ilustrasi destinasi wisata di Trenggalek - Aturan jika ingin berwisata ke Trenggalek selama masa Natal dan Tahun Baru (Nataru), wajib patuhi prokes hingga pembatasan pengunjung. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek memastikan tempat wisata tetap buka selama Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Untuk mencegah penularan Covid-19 (virus Corona) di tempat wisata, pemkab menerapkan beberapa aturan ketat terkait pembukaan pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto mengatakan, meski dibuka, pengelola dan pengunjung tempat wisata harus patuh terhadap protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penularan Covid-19.

"Tetap harus menerapkan prokes yang lebih ketat dengan pendekatan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan)," kata Sunyoto, Sabtu (25/12/2021).

Selain itu, pengelola wisata juga wajib untuk memasang QR code yang terhubung dengan aplikasi PeduliLindungi.

Dengan demikian, para wisatawan yang datang juga wajib menginstal aplikasi PeduliLindungi di smartphone masing-masing untuk bisa masuk ke suatu tempat wisata.

"Hanya pengunjung dengan kategori hijau yang diperkenankan masuk," ujar Sunyoto.

Dalam aplikasi PeduliLindungi, kategori hijau adalah masyarakat yang telah menjalani vaksinasi Covid-19 lengkap. Sehingga mereka diizinkan untuk mengakses fasilitas umum.

Para pengelola tempat wisata juga diwajibkan untuk membatasi jumlah pengunjung maksimal 75 persen dari kapasitas.

Baca juga: Wisata Kabupaten Madiun Tetap Buka Selama Nataru, Kapolres Keliling Ingatkan Pengelola Jaga Prokes

"Mereka juga harus memastikan tidak terjadi kerumunan yang menyebabkan para pengunjung tidak bisa menjaga jarak," imbuhnya.

Pemkab melarang pesta perayaan pergantian tahun dengan berkerumun di tempat wisata. Baik tempat wisata tertutup, maupun terbuka.

Penggunaan pengeras suara yang bisa memicu berkumpulnya pengunjung juga dilarang. Termasuk juga membatasi kegiatan masyarakat, seperti kegiatan seni budaya di tempat wisata.

"Pengelola destinasi juga harus berlaku sebagai Satuan Tugas Covid-19 di destinasi masing-masing," sambungnya.

Sunyoto mengatakan, aturan wisata di Kabupaten Trenggalek disusun merujuk kepada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 66/2021 dan Surat Edaran Bupati Trenggalek tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 saat Nataru.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved