Breaking News:

Berita Lamongan

Terjerat Kasus Korupsi Proyek Urukan Tanah, Eks Kepala Dinas DTPHP Lamongan Dijebloskan ke  Lapas

Mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Lamongan,  Rujito dijebloskan ke Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Hanif Manshuri
Mantan Mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Lamongan, Rujito saat hendak dibawa Lapas kelas II B Jalan Soemargo, Rabu (12/1/2022). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten LamonganRujito dijebloskan ke Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas IIB Lamongan, Rabu (12/1/2022), sore ini.

Rujito ditahan karena diduga terlibat kasus korupsi proyek pengurukan tanah di Kantor Dinas pertanian di Panglima Sudirman Lamongan pada tahun 2017 silam, saat itu ia sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Dugaan korupsi yang ditanggung Rujito ini masih akan menyeret seorang lagi sebagai calon tersangka.

Ketika proyek pengurukan dilaksanakan,  Rujito juga sebagai Sekretaris Dinas. Dan dalam pelaksanaan proyek tersebut ditemukan ada kerugian negara 

Baca juga: Cara Cek Tiket Vaksin Booster Gratis di PeduliLindungi, Ada Syarat Penerima Vaksin Covid-19 Ketiga

Sementara dalam kasus pekerjaan pengurukan lahan kantor dikerjakan oleh  salah satu perusahaan kontraktor di Lamongan, hasil pemenang tender melalui Layanan Pengadaan System Elektronik (LPSE) tersebut.

Pemerintah Lamongan telah menganggarkan biaya sebesar Rp 1.496 miliar  dianggarkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2017.

Kasi Pidsus, Anton W didampingi Kasi Intel Kejari Lamongan, Condro mengugkapkan, pihak telah menerima pelimpahan berkas tahap dua atas tersangka Rujito.

"Kasusnya tindak pidana dugaan korupsi terkait pengurukan. Modusnya kekurangan volume tanah yaitu tidak sesuai dengan uang yang dikeluarkan oleh negara, " kata Anton, Rabu (12/1/2022).

Ada kerugian negara sebesar Rp 564 juta, karena adanya kekurangan volume  tanah pengurukan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved