Berita Jatim

Gubernur Khofifah Bersama Bupati Gus Yani Tinjau Langsung Pabrik Minyak Goreng di Gresik

Gubernur Khofifah bersama Bupati Gus Yani meninjau langsung pabrik minyak goreng di Gresik, memastikan distribusi minyak goreng dari hulu ke hilir.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Willy Abraham
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (kiri) saat meninjau PT Wilmar Nabati Indonesia, untuk mengecek distribusi minyak goreng, Senin (7/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Tepis isu kelangkaan minyak goreng, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendatangi pabrik minyak goreng di Gresik.

Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi minyak goreng dari hulu ke hilir.

Tidak sendiri, Khofifah Indar Parawansa didampingi Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto. Kemudian Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis, dan Dandim 0817/Gresik, Letkol Inf Taufik Ismail. Bersama pimpinan PT Wilmar Nabati Indonesia.

Rombongan meninjau langsung pabrik minyak goreng di PT Wilmar Nabati Indonesia di Jalan Kapt Darmo Sugondo, Gresik. Kurang dari setengah jam, rombongan melihat langsung produksi minyak goreng.

Khofifah mengaku juga telah mengecek di pasar retail modern Asosisasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), minyak goreng relatif tersedia, tidak sampai dua jam habis. Sore datang lagi dan seterusnya.

Kemudian berdasarkan hasil sidak pasar di berbagai kota, belakangan ternyata ada retail modern yang tidak mendapat suplai minyak goreng selama satu minggu, seperti di Kota Pasuruan.

"Kami bersama Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jawa Timur ingin memastikan di tingkat produsen ternyata suplai berjalan seperti sediakala. Misalnya pasar retail modern ada kelangkaan, ada rantai pasok yang missing. Missing link ini ada di titik mana? misalnya, distributor atau di mana. Kita semua punya kewajiban mengawal kebijakan Presiden ingin penguatan daya beli masyarakat dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 14 ribu/liter untuk minyak goreng premium, kemudian Rp 13.500 per liter kemasan sederhana dan Rp 11.500 per liter kemasan curah," beber Khofifah.

Diharapkan seluruh proses rantai pasok minyak goreng sampai di tingkat konsumen sesuai HET yang ditentukan Kementerian Perdagangan.

"Kita berharap rantai pasok betul-betul bisa berjalan sesuai kebutuhan masyarakat Jawa Timur. Selama ini 59 ribu ton per bulan kebutuhan Jawa Timur selama ini terpasok cukup, kita berharap pasokan itu akan kembali terpenuhi dengan HET ditentukan pemerintah," terangnya.

Unit Business Head PT Wilmar Nabati Indonesia, Ridwan Branders menegaskan komitmen untuk mengawal kebijakan pemerintah.

"Komitmen menjalankan program pemerintah satu harga kita mempunyai market 30 persen nasional kita komitmen menjalankan produksi," tegas Ridwan Branders.

Selain PT Wilmar Nabati Indonesia, rombongan juga berencana meninjau ke PT Karya Indah Alam Sejahtera di Jalan Raya Manyar, Gresik.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved