Berita Surabaya

Atasi Hambatan Komunikasi, Dosen Unesa Ciptakan Aplikasi EasyIndo

Dalam melakukan interaksi, komunikasi memegang peran penting agar bisa saling memahami yang disampaikan satu sama lain. 

Penulis: Zainal Arif | Editor: Ndaru Wijayanto
UNESA
Salah satu kosakata yang dikemas dalam bentuk video di aplikasi EasyIndo 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dalam melakukan interaksi, komunikasi memegang peran penting agar bisa saling memahami yang disampaikan satu sama lain. 

Dalam berkomunikasi tidak sedikit yang mengalami kendala, itu disebut sebagai hambatan komunikasi yang bisa disebabkan berbagai faktor.

Guna membantu masyarakat yang mengalami hambatan komunikasi tersebut, empat dosen Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang tergabung dalam kelompok BERBISA (Bersama Kita Bisa) mengembangkan aplikasi EasyIndo.

Empat dosen itu terdiri dari Hirnanda Dimas Pradana, Citra Fitri Kholidya, Khofidatur Rofiah dan Sri Widayati.

Citra Fitri Kholidya menjelaskan, aplikasi tersebut memuat kosakata yang dikemas dalam bentuk video. 

Kosakata tersebut bersumber dari Kamus Sistem Isyarat Signalong yang dikembangkan UNESA bersama Open University United Kingdom.

EasyIndo sendiri dikembangkan untuk penyandang disabilitas dan masyarakat yang mengalami hambatan komunikasi

Bahkan bagi yang normal pun bisa menggunakan aplikasi tersebut agar memudahkan ketika berkomunikasi dengan mereka yang punya hambatan dalam berkomunikasi.

“Jadi aplikasi bisa digunakan untuk masyarakat umum dan disabilitas serta para praktisi pun bisa,” ujar Citra kepada TribunJatim.com, Sabtu (12/2/2022).

"EasyIndo masih dalam proses pengembangan lebih lanjut dan dalam waktu dekat segera diluncurkan. Nanti bisa digunakan oleh pengguna android maupun iOS," tambahnya.

Pengembangan aplikasi tersebut merupakan bagian dari proyek sosial yang didukung Pertamina Foundation, Pusat Layanan Disabilitas UNESA dan Signalong Indonesia. 

Citra berharap, EasyIndo dapat memfasilitasi masyarakat yang memiliki hambatan komunikasi dalam berinteraksi secara langsung dengan mereka yang tidak memiliki hambatan.

“Bahkan yang normal pun agar tetap memahami dan peduli bahwa kita sama,” terangnya.

Sementara itu, Khofidatur Rofiah juga mengatakan, aplikasi yang mereka rancang itu juga dapat membantu memudahkan proses komunikasi antara orang tua dan anak.

Sekaligus membantu para guru dan siswa dalam proses belajar mengajar di sekolah.

“Dengan adanya sistem komunikasi yang kami hadirkan lewat aplikasi ini, diharapkan membantu proses komunikasi baik antara penyandang disabilitas dengan orang normal, sesama disabilitas, bagi orang tua dan anak maupun bagi guru dan siswa di sekolah,” harapnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved