Berita Ponorogo
Bupati Ponorogo Jalani Pemeriksaan Dugaan Ijazah Palsu di Polda Jatim, Sugiri: Buatnya Bagaimana?
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko direncanakan menjalani pemeriksaan atas dugaan pemalsuan ijazah, di Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Selasa (15/2/202
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko direncanakan menjalani pemeriksaan atas dugaan pemalsuan ijazah, di Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Selasa (15/2/2021).
Informasinya, mantan Anggota DPRD Jatim faksi Parpol Demokrat itu, dijadwalkan menjalani pemeriksaan tahap pertama, pukul 10.00 WIB, hari ini.
Sugiri Sancoko dilaporkan oleh pelapor berinisial RBS (24) warga Kota Madiun, dengan perkara berbunyi dugaan tindak pidana pemalsuan surat.
Nama Sugiri tercatat sebagai terlapor dalam laporan polisi (LP) bernomor: LP/B/01.01/1/2022/SPKT/POLDAJATIM, yang diterima pada Senin (3/1/2022).
Baca juga: Gunakan Ijazah Palsu Saat Pencalonan, Kepala Desa di Situbondo Dijebloskan ke Tahanan
Sekitar pukul 10.42 WIB, Sugiri akhirnya tiba di halaman utama Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, mengenakan kemeja motif kotak-kotak, lengan panjang, ia datang ditemani kuasa hukumnya.
Kepada awak media, ia ingin menyampaikan klarifikasi atas dugaan laporan ijazah palsu yang menjerat namanya sejak beberapa waktu lalu.
Ia tak ingin berspekulasi macam-macam perihal dugaan kasus tersebut.
Yang jelas, Sugiri mengatakan, pihaknya ingin tetap mematuhi agenda pemeriksaan yang telah dijadwalkan oleh pihak Ditreskrimum Polda Jatim.
Baca juga: Buka Jasa Cetak Ijazah Palsu, Dua Mahasiswa Ditangkap Polda Jatim, Sasar Para Pencari Kerja
"Kan saya dilaporkan katanya ijazah palsu. Maka saya harus menghadiri sebagai warga negara yang baik dan taat hukum. Saya tidak paham, yang jelas saya dipanggil saya datang, akan saya jelaskan akan saya klarifikasi," ujarnya.
Di singgung mengenai, kebenaran atas jeratan kasus tersebut. Sugiri membantah segala bentuk tuduhan tersebut.
"Yo mosok aku iso malsu ijazah (masa aku bisa palsu ijazah). Opo Duwe potongan koyo aku. Leh e malsu nang endi, lek gawe piye, yo ra mudeng aku (emang wajahku bisa, kalau mau palsu itu dimana?, buatnya bagaimana?). Prinsipnya itu ya," jelasnya.
Perihal barang bukti yang dibawa untuk menghadiri panggilan pemeriksaan tersebut.
Sugiri menegaskan, pihaknya tidak membawa alat bukti apa-apa.
"Saya enggak bawa apa-apa. Mahasiswa duwene ijazah karo transkrip nilai. Lek absen absen urusan e kampus," pungkasnya.