Berita Banyuwangi

Dukung Pengelolaan Sampah di Banyuwangi, Wakil Dubes Norwegia Temui Bupati Ipuk Fiestiandani

Dukung pengelolaan sampah di Banyuwangi, Wakil Dubes Norwegia menemui Bupati Ipuk Fiestiandani secara langsung.

Penulis: Haorrahman | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Wakil Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Bjornar Hotvedt secara khusus bertemu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, 2022. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi mendapat dukungan Pemerintah Norwegia dalam pengelolaan sampah secara terpadu.

Wakil Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Bjornar Hotvedt secara khusus bertemu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menyampaikan rencana pengembangan lebih lanjut berbagai program pengelolaan sampah di Banyuwangi

Sebelumnya, selama hampir 5 tahun, Pemerintah Norwegia bersama korporasi Borealis dari Austria mendukung NGO Systemiq untuk melakukan pendampingan masyarakat Kecamatan Muncar Banyuwangi dalam pengelolaan sampah. Dan program tersebut akan diperluas cakupannya ke kecamatan lain dan membangun pusat daur ulang sampah di Songgon. 

"Sejak 2018 Project STOP project semakin besar. Kami sangat bangga bisa menjadi mitra di Banyuwangi untuk pengelolaan sampah. Saya melihat banyak pihak yang dilibatkan dalam menyelesaikan masalah sampah secara komprehensif," kata Bjornar, Sabtu (5/3/2022).

"Tahap kedua telah kami perluas ke banyak daerah di Banyuwangi. Saya sangat mengapresiasi Banyuwangi yang melibatkan pastisipasi masyarakat dalam penanganan sampah. Karena keterlibatan masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini," imbuhnya.

Hotvedt menambahkan, pihaknya sejak tahun 2019 bekerja sama dengan Pemerintah RI membuat Sekretariat Nasional Penanganan Sampah Laut di Jakarta. Untuk memperluas kerja sama tersebut,  Norwegia mengajak beberapa pemerintah daerah untuk ikut terlibat.

"Banyuwangi ingin kami jadikan percontohan, sebab proyek terbesar kami ada di Banyuwangi," beber Hotvedt.

Dalam kesempatan itu, Hotvedt juga mengajak Project Manager dari program Clean Ocean through Clean Communities (CLOCC), Sigve Andera. CLOCC merupakan asosiasi pengelolaan sampah yang juga berasal dari Norwegia dan saat ini sedang terlibat penyusunan masterplan penanganan sampah di Banyuwangi.

“Kami didukung Pemerintahan Norwegia melakukan penyusunan masterplan penanganan sampah di  Banyuwangi. Kami libatkan banyak pihak, seperti ormas dan pegiat masalah lingkungan hidup,” kata Andera.

Atas dukungan Norwegia, Ipuk Fiestiandani menyampaikan terima kasih, karena dapat membantu masalah penanganan sampah di Banyuwangi.

"Apa yang dilakukan Norwegia bersama dua NGO telah membawa perubahan signifikan, terutama bagi masyarakat Muncar," ujar Ipuk.

Dia menambahkan, Banyuwangi punya beberapa program terkait pengelolaan sampah untuk anak-anak, yakni program Sekolah Asuh Sungai. Di mana siswa dan pihak sekolah diberi tanggung jawab memelihara kebersihan sungai di sekitar sekolahnya.

Selain itu ada juga program Banyuwangi Hijau yang bekerja sama dengan PT Systemiq Lestari Indonesia untuk penanganan sampah di kecamatan, serta program kaliku bersih.

"Terima kasih kepada Pemerintah Norwegia yang telah mendukung dan menginspirasi kami. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa terus berlanjut," pungkas Ipuk.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved