Berita Sidoarjo

Jumlah Penghuni Melonjak, Lapas Sidoarjo Overkapasitas, Sudah Hampir Tiga Kali Lipat dari Kapasitas

Jumlah penghuni melonjak, Lapas Sidoarjo sudah overkapasitas, penghuni sudah hampir tiga kali lipat dari kapasitas yang ada.

Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Suasana di Lapas Kelas IIA Sidoarjo yang sudah overkapasitas, 2022. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Dalam beberapa waktu belakangan ini, jumlah penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) menunjukkan tren kenaikan. Sebanyak 39 lapas dan rutan di Jawa Timur semakin sesak, bahkan Sidoarjo sudah overkapasitas parah.

Menurut Plt Kakanwil Kemenkumham Jatim, Wisnu Nugroho Dewanto, data di akhir tahun 2021 menunjukkan, jumlah warga binaan sekitar 26.000-an, per hari ini sudah mencapai 28.000-an.

"Ada tren peningkatan, tapi selama bulan Ramadan ini semua lapas dan rutan di Jawa Timur relatif terkendali,” kata Wisnu Nugroho Dewanto, Senin (11/4/2022).

Lapas Sidoarjo statusnya sudah overkapasitas. Warga binaan yang ada di sana, jumahnya hampir tiga kali lipat dari kapasitas yang ada.

Lapas di barat Alun-alun Sidoarjo itu kapasitasnya 370 orang, tapi saat ini ada 1.041 warga binaan yang ada di sana.

“Selain itu, masih ada 96 warga binaan yang kami titipkan ke polres,” ujar Kepala Lapas Sidoarjo, Teguh Pamuji.

Teguh Pamuji menjelaskan, pihaknya memang belum menerima warga binaan yang statusnya masih penyidikan kepolisian maupun kejaksaan.

Kebijakan ini sudah berlaku sejak awal pandemi Covid-19 (virus Corona). Tujuannya, agar lapas tidak terlalu penuh. Sehingga, sebisa mungkin menerapkan protokol kesehatan.

“Kami masih sesuai SOP dari Ditjen Pemasyarakatan, kami hanya menerima tahanan yang statusnya AIII (dalam tingkat pemeriksaan pengadilan negeri) atau pindahan dari rutan yang statusnya sudah inkracht,” jelas Teguh.

Tidak itu saja, pihaknya juga melakukan pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan kepada penghuni baru. Usai diberikan pengarahan terkait penerapan protokol kesehatan dalam lapas, warga binaan baru akan ditempatkan di sel isolasi selama 14 hari. Sebelumnya, mereka juga dites swab antigen.

“Pihak dokter lapas akan melakukan pemantauan selama proses karantina untuk memastikan warga binaan baru dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Dengan begitu, kondisi kesehatan warga binaan relatif terkendali. Hingga saat ini, disebutnya tidak ada kasus aktif Covid-19 yang menimpa warga binaannya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved