Berita Surabaya
Penjelasan IDAI Jatim Soal Penanganan Pasien Hepatitis Misterius: Jangan sampai Kondisinya Berat
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jatim, buka suara mengenai maraknya penyakit Hepatitis yang meresahkan masyarakat. Ketua IDAI Jatim dr
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jatim, buka suara mengenai maraknya penyakit hepatitis yang meresahkan masyarakat.
Ketua IDAI Jatim dr Sjamsul Arief MARS SpA(K) menjelaskan, kasus ini memang baru sekali lantaran banyak kejadian yang dilaporkan di luar negeri.
"Untuk Indonesia juga ada laporan, 3 di Jakarta semua datang dalam keadaan berat dan meninggal semua, 1 di Tulungagung Jatim," ujarnya, Selasa (10/5/2022).
Menurutnya, gejala yang dialami sama persis sesuai dengan informasi WHO (World Health Organization), seperti mual, muntah, panas dengan cepat selama 4 hari.
Baca juga: Rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya Siap Dimulai, Tampilkan Laga Persebaya hingga Parade Budaya
"Saya berpesan segera dirawat jangan sampai terlambat sampai kondisinya berat dan nunggu di ICU yang membuat nyawa tidak tertolong," bebernya.
"Kalau satgas khusus ada di IDAI pusat, anggotanya juga ada yang dari Jatim. Ada satgas khusus hepatitis akut IDI Jatim juga sudah ada," imbuhnya.
Dirinya berpesan, meski sampai sekarang masih belum jelas karena virusnya tidak diketahui apakah A B C D E, yang diperhatikan cukup kebersihan makan minum dan tangan.
"Karena penularan lewat makan minum atau fekal oral jangan makan minum yang asalnya tidak jelas," terangnya.
"Kalau ada pasien yang gejalanya seperti itu segera dilaporkan. Sampai sekarang masih belum ada laporan. Kasus di Tulungagung awalnya silaturahmi hari raya, makan makan segala macam besoknya ada gejala lalu beberapa hari kemudian meninggal," tuntasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com