Berita Lamongan

Redam Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak, Polres Lamongan Dukung Posko Utama Penanganan Wabah PMK

Merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lamongan menjadi konsentrasi Polres Lamongan untuk mendukung Pemkab Lamongan, khususnya Dinas Petern

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Hanif Manshuri
Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana konsen membantu penanganan PMK, malam ini ia sedang memberi arahan dan penekanan untuk personil Posko PMK, Kamis (12/5/2022) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lamongan menjadi konsentrasi Polres Lamongan untuk mendukung Pemkab Lamongan, khususnya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Posko utama penanganan wabah digelar guna memastikan wabah tidak semakin meluas melalui pembatasan lalu lintas hewan ternak dan pengawasan yang melekat dari 3 pilar serta 303 Bhabinkamtibmas Polres Lamongan yang terus mengawasi dan mendatakan pergerakan hewan ternak tersebut.

"Kami siap mendukung dan mengawal seluruh kebijakan penanganan dari Pemkab Lamongan secara maksimal dalam penanganan wabah PMK agar tidak semakin meluas," ungkap Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana, Kamis (12/5/2022) malam.
 
Beberapa langkah yang akan dilakukan posko penanganan wabah PMK Lamongan di antaranya, melakukan pemotongan paksa di tempat terhadap ternak yang dinyatakan terinfeksi PMK dan tidak dapat disembuhkan.

Baca juga: 7 Domba di Lumajang Tertular Wabah PMK, Bibir Luka Lepuh Bikin Nafsu Makan Ternak Hilang

Selain itu tidak boleh dibawa ke RPH atau keluar kandang, melakukan pemisahan terhadap sapi yang sehat maupun yang sakit, melakukan pemusnahan terbatas (Focal Culling) terhadap sapi yang telah mati akibat wabah PMK dengan cara potong paksa dan dikubur.

Memastikan ketersediaan obat dan vaksin dalam melanjutkan pengobatan simtomatis pada hewan ternak yang terkena wabah (penyemprotan terhadap sapi), melakukan pengecekan dan pengawasan hewan ternak sapi di pasar hewan dan Rumah Potong Hewan (RPH),

Kemudian pengerahan Bhaninkamtibmas dan Babinsa untuk membantu mengawasi penanganan penyakit tersebut agar tidak terjadi pergeseran ke luar dari wilayah.

Juga operasi penyekatan kendaraan angkut hewan dari wilayah satu ke yang lain, memastikan ketersediaan stok pangan hewan ternak serta melakukan pengendalian harga dipasaran.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved