Berita Politik

Ketua Golkar Jatim Bertemu Pakde Karwo, Kode Bayu Airlangga Bakal ke Beringin?

Pertemuan Ketua DPD Golkar Jatim M Sarmuji dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Soekarwo di Jakarta, Sabtu (30/4/2022) lalu terus

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
SURYA/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY
Bayu Airlangga, ketika dikonfirmasi di Surabaya 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pertemuan Ketua DPD Golkar Jatim M Sarmuji dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Soekarwo di Jakarta, Sabtu (30/4/2022) lalu terus memunculkan sejumlah opini. Termasuk, kemungkinan merapatnya menantu Pakde Karwo, Bayu Airlangga dengan Partai Golkar.

Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam menilai Partai Golkar bisa menjadi partai politik pilihan Bayu Airlangga usai mundur dari Partai Demokrat. "Golkar juga termasuk partai yang bisa menjadi pilihan mas Bayu ke depannya," kata Surokim, Jumat (13/5/2022).

Apalagi, Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto juga nyaris tanpa konflik. "Golkar juga relatif stabil urusan faksi-faksi lebih cair," kata Surokim yang juga Peneliti Senior Surabaya Survey Center (SSC) ini.

Setelah Bayu Airlangga yang juga anggota DPRD Jatim memutuskan mundur dari Demokrat, terbuka kemungkinan untuk bisa diterima partai lain. "Semua memungkinkan, namanya juga politik, seni kemungkinan dinamis bisa berubah setiap saat," kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) UTM ini.

Baca juga: Madura Berduka, RKH Fakhrillah bin Abdullah Schal Wafat, Anggota DPR : Kehilangan Sosok Luar Biasa

Apalagi, lanjut dia, akses Pakde Karwo yang juga mantan Gubernur Jatim cukup luas. Pakde Karwo yang juga mantan Ketua Demokrat Jatim selama ini dikenal sebagai senior dan mentor banyak politisi di Jatim.

Menurut Surokim, Bayu akan memilih partai partai yang selaras dengan petunjuk Pakde Karwo atau memiliki peluang untuk menjaga eksistensinya di politik. "Besar kemungkinan akan memilih partai yang bisa memberi karpet merah dan jaminan posisi di pencalegan yang pas atau bahkan mungkin tiket pilkada," katanya.

"Golkar termasuk prospektif dan pengaruh Pakde juga cukup kuat di sana. Saya pikir semua masih ditimbang-timbang hingga proses pencalegan nanti. Pakde yang pasti bukan poltisi biasa karena sudah teruji dalam segala medan politik," kata dia.

Untuk hal seperti ini, menurut Surokim, bukan hal yang rumit bagi Pakde Karwo. Ini sekaligus menjadi Pakde Karwo mendewasakan Bayu yang pernah menjabat sebagai Plt Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim dan Ketua Muda Mudi Demokrat Jatim.

"Sehingga, akan lebih tangguh dalam medan politik agar terus bisa mematangkan diri. Mas Bayu akan melihat petunjuk Pakde Karwo sesuai anginnya untuk menemukan momentum yang pas," katanya.

Untuk diketahui, Bayu mundur dari Demokrat setelah dirinya merasa dizalimi pada masa pemilihan Ketua Demokrat Jatim. Hasil Musda DPD Demokrat Jatim yang digelar di Surabaya pada 20 Januari 2022, Bayu Airlangga mendapat dukungan 25 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat se Jatim.

Namun, DPP pada akhirnya memutuskan memilih rivalnya, Emil Elestianto Dardak (Wakil Gubernur Jatim) sebagai Ketua DPD Demokrat Jatim sekalipun hanya meraih 13 dukungan DPC. Emil Dardak dilantik sebagai Ketua Demokrat Jatim melalui pertimbangan fit and proper test.

Selepas mundurnya Bayu dari Demokrat, muncul sejumlah opini soal merapatnya Bayu ke partai lain. Termasuk, ke Partai Golkar.

Namun, Sarmuji menegaskan bahwa pertemuan antara dirinya dengan Pakde Karwo tersebut tidak membahas soal Bayu Airlangga merapat ke Golkar.

Melainkan membahas terkait masalah ketahanan pangan di Jatim. Menurut Sarmuji, urusan politik hanya menjadi selingan saja dari sepanjang obrolannya dengan Pakde Karwo.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved