Berita Nganjuk

Dinilai Kurang Transparan, Kegiatan Kunjungan Kerja DPRD Nganjuk Disorot Aktivis LSM

DPRD Nganjuk disorot aktivis LSM Prespekstif karena dinilai kurang transparan dalam kegiatan kunjungan kerja (kunker).

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Kegiatan anggota DPRD Nganjuk saat menggelar rapat paripurna dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai legislatif, 2022. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - DPRD Nganjuk disorot aktivis LSM Prespekstif karena dinilai kurang transparan dalam kegiatan kunjungan kerja (kunker).

Koordinator LSM Prespektif Nganjuk, Puguh Santoso mengatakan, pihaknya melihat kurang transparanya DPRD Nganjuk dalam menggelar kegiatan kunjungan kerja, karena tidak menyebutkan tujuan dari kunker. Di samping itu, tidak pernah juga disebutkan tempat pelaksanaan kunker, terutama yang ke luar daerah.

"Seharusnya DPRD Nganjuk transparan dengan menyebutkan tujuan kunker dan kemana saja kunkernya. Karena selama ini seolah ada kesengajaan dalam rencana kerja (renja) bulanan untuk kegiatan kunker tidak disebutkan tujuan dan kemana kunker dilaksanakan," kata Puguh Santoso, Minggu (15/5/2022).

Dijelaskan Puguh Santoso, pihaknya mengkhawatirkan kalau kegiatan kunker yang tidak disebutkan tujuan dan kemana kunker itu dilaksanakan dalam renja bulanan agar tidak banyak yang mengetahui kegiatan kunker DPRD Nganjuk. Artinya, kegiatan kunker hanya diketahui oleh anggota DPRD saja dan Sekwan.

"Seharusnya kondisi seperti itu tidak boleh terjadi di lembaga DPRD. Kalau memang DPRD transparan, ya disebutkan dong tujuan kunker dan kemana kunker dilaksanakan dalam renja bulanan," tandas Puguh Santoso.

Di samping itu, ungkap Puguh Santoso, pihaknya menduga latar belakang dari kegiatan kunker, terutama ke luar daerah itu dilakukan berulang kali untuk satu agenda kerja. Seperti kegiatan kunker untuk studi banding ataupun konsultasi dengan agenda pembahasan satu Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) bisa dilakukan kunker lebih dua kali.

"Kami rasa itu yang tidak efektif dan lebih sebagai pemborosan anggaran saja," tandas Puguh Santoso.

Untuk itu, tambah Puguh Santoso, pihaknya mengharapkan DPRD Nganjuk lebih tansparan dalam menjalankan kegiatan kunker dengan menyebut tujuan dan tempat yang dijadikan kunker. Dengan demikian, rakyat bisa mengetahui kegiatan kunker DPRD Nganjuk yang memang harus dilaksanakan sebagai tugas legislasi.

"Kami optimistis, apabila DPRD Nganjuk lebih transparan dalam menjalankan kegiatan kunker, maka rakyat bisa mengerti dan menerima tugas legislasi DPRD memang harus dijalankan sesuai aturan yang berlaku," tutur Puguh Santoso.

Sementara Ketua DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono belum dapat dikonfirmasi terkait sorotan DPRD Nganjuk yang dinilai kurang transparan dalam kegiatan kunker. Namun sebelumnya, Tatit Heru Tjahjono mengungkapkan, kegiatan kunker menjadi tupoksi DPRD Nganjuk dalam pembahasan setiap rencana pembuatan peraturan daerah. Dan kegiatan kunker juga telah diatur dalam Undang-undang dan Tata Tertib (Tatib) DPRD.

"Kami rasa tidak ada yang salah dengan kegiatan kunker DPRD, karena semuanya sesuai dengan aturan," tutur Tatit Heru Tjahjono.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Nganjuk

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved