Kecelakaan Maut Bus di Tol Sumo

Segini Nominal Santunan dari Jasa Raharja yang Diterima Korban Kecelakaan Maut Bus di Tol Sumo

Jasa Raharja bakal memberikan santunan untuk biaya pengobatan bagi korban kecelakaan bus di Tol Surabaya-Mojokerto yang kini masih dirawat di sejumlah

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa/TribunJatim.com
Tangkapan layar proses evakuasi bus yang mengalami kecelakaan maut di Tol Sumo (Surabaya-Mojokerto) KM 712.400/A, Senin (16/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Jasa Raharja bakal memberikan santunan untuk biaya pengobatan bagi korban kecelakaan bus di Tol Surabaya-Mojokerto yang kini masih dirawat di sejumlah rumah sakit Mojokerto.

Direktur Operasional Jasa Raharja Kantor Pusat, Dewi Aryani S mengatakan pihaknya memberikan bantuan maksimal senilai Rp.20 juta untuk biaya pengobatan bagi korban luka yang kini dirawat di sejumlah rumah sakit.

"Ada 19 korban luka yang dirawat di sejumlah rumah sakit dan tiga korban masuk dalam kategori luka berat," jelasnya saat ditemui di RS Gatoel Kota Mojokerto, Selasa (17/5/2022).

Dewi menyebut jumlah santunan maksimal Rp.20 juta per orang itu diperuntukkan untuk korban luka-luka yang akan diserahkan melalui pihak rumah sakit.

Sebelumnya, Jasa Raharja juga telah menyalurkan santunan kecelakaan Rp.50 juta terhadap 14 korban meninggal akibat kecelakaan maut bus pariwisata PO Ardiansyah di Tol Sumo tersebut.

Santunan dari Jasa Raharja tersebut masuk ke rekening ahli waris yang bersangkutan.

Baca juga: Selain Konsumsi Sabu, Sopir Cadangan Bus Maut di Tol Sumo Tidak Punya SIM, Status Hukum Terungkap?

Baca juga: Kepiluan Gadis 4 Tahun Anak Korban Kecelakaan Maut Bus di Tol Sumo, Terus Panggil Sang Ayah

Namun hanya 12 korban meninggal yang mendapat santunan penuh senilai Rp.50 juta.

Sedangkan, dua anak-anak kakak-beradik yang turut menjadi korban meninggal dalam kecelakaan bus di Tol Sumo mendapat santunan biaya pemakaman Rp.4 juta. 

"Ada satu keluarga, ayah ibu meninggal dan dua anaknya lantaran dua anak ini juga meninggal sehingga tidak memiliki ahli waris, maka kita beri santunan untuk pemakaman Rp.4 juta. Sedangkan santunan waris ayah dan ibu yang bersangkutan diberikan pada orang tuanya sehingga ada 12 orang yang kita santuni," ungkapnya.

Menurut dia, 19 korban luka berat maupun luka ringan dalam kecelakaan bus tersebut tetap mendapat santunan maksimal Rp.20 juta sesuai peraturan Kementerian Keuangan.

Pihaknya kini masih berkoordinasi dengan sejumlah RS di Mojokerto untuk memberikan santunan bagi korban kecelakaan bus yang kini masih dirawat intensif di rumah sakit.

"Kita komitmen dan kolaborasi dengan rumah sakit untuk memberikan santunan korban kecelakaan lalu lintas," pungkasnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved