Berita Gresik

Seusai Buat Heboh, Pemilik Konten Pria Nikah dengan Domba di Gresik Bikin Klarifikasi: Keceplosan

Pemilik konten video seorang pria menikah dengan domba akhirnya melakukan klarifikasi. Arif Syaifullah mengaku video tersebut adalah sebuah konten

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Willy Abraham
Permohonan maaf dan klarifikasi pemilik konten, Arif (tiga dari kanan) di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Senin (6/6/2022) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pemilik konten video seorang pria menikah dengan domba akhirnya melakukan klarifikasi. Arif Syaifullah mengaku video tersebut adalah sebuah konten saja.

Pemilik konten dan pemilik pesanggrahan yang menjadi lokasi dibuatnya konten nyeleneh itu menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf.

Pernikahan seorang pria bernama Saiful Arif (44) yang disebut Satrio Paningit dengan seekor domba betina yang disebut Sri Rahayu binti Bejo adalah konten semata. Pernikahan itu digelar di Pesanggrahan Ki Ageng, Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik, Minggu (5/6/2022) sore.

Arif mengatakan konten tidak bermaksud sedikitpun untuk membawa agama, tidak bermaksut menyinggung sisi agama manapun. Konten tersebut bermaksud menghibur.

Baca juga: Video Pria di Gresik Bikin Heboh, Nekat Nikahi Domba, Pengunggah Langsung Buat Klarifikasi

"Kami mengklarifikasi bahwa itu hanya konten, tidak membawa agama atau menyinggung sisi agama manapun," ujarnya kepada awak media, Senin (6/6/2022).

Pemilik pesanggrahan, Nur Hudi Didin Arianto mengatakan, bahwa Arif adalah seorang konten kreator. Membuat konten youtub dan tiktok. Tujuan awal konten pria menikah dengan domba untuk mengangkat engagment atau kunjungan dan demi mendapatkan like yang banyak.

"Di awal sudah saya sampaikan ke teman-teman, kepada kIai, ini hanya konten supaya mendapat like yang banyak. Proses di situ sudah saya pesan jangan sampai ada menggunakan bahasa keagamaan apapun. Dalam prosesi keceplosan dan berhubung tersebar terlebih dahulu. Kesalahan disitu menimbulkan Ketidaknyamanan di publik. Saya pribadi memohon maaf sebesar-besarnya saya tidak bermaksud untuk melecehkan agama dan melecehkan budaya," kata Nur Hudi.

Dalam proses klarifikasi dihadiri langsung Plt Camat Benjeng Sulikhah, kepala Desa Jogodalu hingga MUI Kecamatan Benjeng.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved