Berita Arema

Presiden Arema FC Mnta Stop Nyanyian Rasis dan Menyalakan Flare di Stadion

Manajemen Arema FC menghimbau suporter untuk tidak melontarkan nyanyian rasis hingga menyalakan flare.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Taufiqur Rohman
Tribun Jatim Network/Purwanto
EUFORIA: Aremania suporter Arema FC menyalakan flare dalam laga ujicoba antara Arema FC melawan PSIS Semarang, Minggu (22/5/2022). Arema FC berhasil menang dengan skor 2-0. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Manajemen Arema FC menghimbau suporter untuk tidak melontarkan nyanyian rasis hingga menyalakan flare.

Dari hasil beberapa kali uji coba yang digelar Arema FC, baik lawan PSIS Semarang maupun RANS Nusantara FC kemarin, manajemen Singo Edan punya evaluasi di luar tim.

Evaluasi ini di khususkan untuk Aremania suporter Arema FC yang datang ke stadion dan nantinya yang akan mendukung tim saat turnamen Piala Presiden 2022 dan Liga 1.

Evaluasi berisi soal nyanyian chant rasis yang disuarakan Aremania ketika mendukung tim.

Selain itu juga soal menyalakan Flare saat pertandingan berlangsung sehingga berakibat pertandingan dihentikan beberapa menit.

Baca juga: Dibekuk Arema FC di Kanjuruhan, Coach RD Berterima Kasih: Pelajaran Berharga Buat RANS Nusantara FC

“Mari kita nikmati keindahan sepak bola di stadion dengan tidak merusaknya karena nyanyian rasis dan asap akibat nyala flare atau smoke bomb dan petasan saat memberikan dukungan langsung tim kesayangan di stadion," kata Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, Rabu (8/6/2022).

Selain karena akan menimbulkan sanksi dari Komdis PSSI, Flare dapat mengganggu pertandingan.

Tak hanya itu, khusus untuk nyanyian chant rasis juga di nilai dapat berdampak negatif untuk anak-anak yang ikut datang ke stadion.

Untuk itu, Juragan 99 berharap penonton dan suporter yang hadir di stadion dapat dengan sadar diri untuk tidak melontarkan nyanyian rasis dan tidak membawa petasan, flare atau smoke bomb ke dalam stadion.

"Setelah sekitar dua tahun tak bisa hadir langsung, ayo kita ke stadion mendukung tim kesayangan, sekaligus menjaga untuk tidak merusak atmosfer pertandingan dengan nyanyian rasis atau menyalakan flare, smoke bomb juga petasan," jelasnya.

Selain Gilang, Manajer Arema FC Ali Rifki juga menuturkan hal senada.

“Sam ojo nyumet Flare mbek mercon. Garai didendo Karo asape gak apik gawe pernapasan. Terus ojok rasis, gawe en Kanjuruhan ramah gawe arek cilik."

"Lek sek cilik di kek i rungonan elek nggarai katut elek. Ayok dadi suporter seng lebih kreatif,” tulis Ali Rifki di akun Instagram pribadinya.

Ikuti berita seputar Arema FC

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved