Berita Nganjuk

Cegah Masuknya Hewan Terinfeksi PMK, Polres Nganjuk Sekat Hewan Ternak Luar Daerah di Perbatasan

Jajaran Polres Nganjuk melakukan penyekatan armada truk ataupun angkutan roda empat yang mengangkut hewan ternak dari luar Kabupaten Nganjuk.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Achmad Amru Muiz
Petugas Polsek Kertosono Polres Nganjuk menghentikan kendaaan pengangkut hewan ternak dan dilakukan pemeriksaan dalam rangka pencegahan masuknya hewan terinfeksi PMK. 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Jajaran Polres Nganjuk melakukan penyekatan armada truk ataupun angkutan roda empat yang mengangkut hewan ternak dari luar Kabupaten Nganjuk.

Hal itu dilaksanakan sebagai salah satu upaya pengendalian penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kini kasusnya terus meningkat.

Kapolsek Kertosono Polres Nganjuk, Kompol Pramono menjelaskan, perintah penyekatan kendaraan pengangkut hewan ternak yang masuk ke wilayah Kabupaten Nganjuk diterima langsung dari Kapolres Nganjuk.

Di mana Polsek di wilayah perbatasan diperintahkan intensif melakukan penyekatan dalam rangka pencegahan PMK.

"Semua kendaraan pengangkut hewan ternak yang masuk ke wilayan Nganjuk kami lakukan pemeriksaan, apakah mereka membawa surat hewan sehat atau tidak," kata Pramono didampingi Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto, Minggu (12/6/2022).

Dikatakan Pramono, dalam rangka upaya pencegahan penyakit mulut dan kuku apabila dalam pemeriksaan hewan tidak disertai surat sehat dan apabial ditemukan hewan ternak terindikasi terjankit PMK maka akan diputar balik kembali ke tempat asal.

"Jangan sampai penyebaran penyakit mulut dan kuku pada hewan di wilayah Kabupaten Nganjuk semakin meluas hanya gara-gara hewan ternak yang terinfeksi dari luar wilayah masuk ke wilayah Nganjuk," ujar Pramono.

Sementara diberitakan sebelumnya, Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang mengatakan, pihaknya bersmaa Pemkab Nganjuk telah menerapkan berbagai strategi guna menangkal wabah yang menyerang ribuan sapi di Kabupaten Nganjuk tersebut.

Bahkan, sejak beberapa waktu lalu, Polres Nganjuk dan Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk telah membentuk tim yang secara khusus mendatangi lokasi dan memeriksa kesehatan hewan ternak milik warga.

Disamping itu, menurut Boy Jeckson, pihaknya juga mendirikan titik pemeriksaan (check point) di jalur lintas hewan ternak yang akan dijual ke pasar hewan.

Apabila ditemukan hewan yang terindikasi dijangkiti PMK, akan diperintahkan putar balik kendaraan pengangkutnya ke daerah asal.

Adapun titik penyekatan tersebut, ungkap Boy Jeckson Situmorang, yakni ada di Kertosono ( perbatasan Nganjuk-Jombang), Desa Sambikerep (Nganjuk-Bojonegoro), Desa Wilangan (Nganjuk-Madiun), dan Desa Cerme (Nganjuk-Kediri).

"Selain melalukan penyekatan hewan dari luar daerah, kami juga lakukan penyuluhan PMK kepada warga atau peternak, penutupan sejumlah pasar hewan, hingga lockdown dan stersilasi kandang hewan di tingkat desa. Dan itu semua sebagai upaya pengendalian PMK yang terus meluas di Nganjuk," tutur Boy Jeckson.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved