Berita Terkini

Suhu di Mekkah Ekstrem Capai 50 Derajat Celcius, Kaki CJH Jatim Melepuh saat Sandalnya Hilang

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jatim Husnul Maram meminta kepada seluruh calon jemaah haji (CJH) melalui Embarkasi Surabaya diminta

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Januar
Istimewa/ TribunJatim.com
Salah satu CJH asal Tuban yang kakinya melepuh saat jalan dari masjid Nabawi ke hotel. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jatim Husnul Maram meminta kepada seluruh calon jemaah haji (CJH) melalui Embarkasi Surabaya diminta waspada. Suhu di Tanah Suci Mekkah ekstrim bisa sampai 50 derajat.

"Suhu di sana saat ini sangat panas. Jika Bapak Ibu keluar dari kamar, jangan lupa untuk memakai alas kaki. Jangan sampai lepas sandal ataupun sepatu saat berada di luar. Menjaga agar kaki tetap sehat," kata Husnul, Selasa (14/6/2022).

Saat ini sudah 16 kloter CJH Jatim diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya. Namun yang menjadi perhatian serius adalah suhu ekstrim di Tanah Suci. PPIH Embarkasi Surabaya mendapat laporan kaki jemaah ada yang melepuh.

Seorang CJH asal Tuban harus mendapat perawatan serius karena kakinya bengkak dan melepuh. "Yang bersangkutan pulang dari masjid Nabawi, sandalnya hilang. Kembali ke hotel tidak pakai sandal, telapak kaki nya mlempuh (seperti lupa bakar)," ucap Husnul.

Baca juga: Buntut Pernikahan Manusia dan Domba, Warga Jogodalu Desak Pemilik Pesanggrahan Keramat Minta Maaf

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya ini terus mendapat cerita dari petugas haji. Tidak sedikit jemaah yang alas kakinya hilang sehingga terpaksa berjalan dengan kaki telanjang menuju hotel. Jarak hotel dengan masjid Nabawi di Madinah antara 200 meter sampai 400 meter.

"Kalau berjalan di luar dan kembali ke hotal harus pakai sandal. Kalau masuk masjid, sandalnya dimasukkan kresek bawa," tutur Kakanwil ini.

Selain itu, ia juga berpesan agar jemaah haji memperbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi.

"Misal kalau urine Bapak Ibu berwarna kuning, mohon untuk tidak keluar kamar dulu. Panjenengan perbanyak minum air putih dulu sampai air kencingnya bening kembali, agar tidak terjadi dehidrasi," pesan Maram saat menyambut Kloter Gresik kemarin.

Hingga hari ini, terang Kakanwil, telah terdapat 6.719 jemaah haji dari 15 kloter yang sudah bertolak menuju Madinah. Evaluasi hingga 10 hari pertama keberangkatan jemaah Embarkasi Surabaya masih seputar barang bawaan.

Belajar dari barang bawaan koper dan tas tenteng kloter sebelumnya, perlu mendapatkan perhatian tas bagasi yang dibawa maksimal memuat 15 kg, dan tas tenteng yang dapat diisi maksimal 5 kg.

"Jangan sampai overweight kopernya, pasti nanti dibongkar disuruh ngeluarin barangnya, biar tidak lebih dari 15 kg," ujarnya.

Kelebihan muatan tersebut, tambah Kakanwil biasanya karena jemaah memasukkan bahan makanan seperti beras, mie instan, snack, bumbu masak secara berlebihan.

"Tadi malam, ada jemaah kloter 16 yang kopernya overweight, ternyata dalamnya ada teko sama kopi yang banyak. Akhirnya, jemaah memilih mengeluarkan tekonya daripada barang yang lain," tutur Husnul.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved