Koleksi Terbaru 'Jungle' Karya Angeline Wong, Kombinasikan Batik Kalimantan dan Papua dengan Denim

Koleksi terbaru 'Jungle' karya desainer muda asal Surabaya Angeline Virginia Wong, kombinasikan batik Kalimantan dan Papua dengan denim.

Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/Dok Pribadi
Koleksi busana 'Jungle' karya desainer muda Angeline Wong, hasil kombinasi batik Papua dan Kalimantan serta kain denim, Kamis (16/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribu Jatim.com, Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Desainer muda asal Surabaya, Angeline Virginia Wong kembali meluncurkan koleksi busana unik terbarunya. Desainer 14 tahun ini concern dalam model busana-busana milenial yang dikombinasi dengan wastra Nusantara.

Berbeda dengan desainer muda lain yang cenderung membuat busana modern, Angeline Virginia Wong justru ingin melekatkan torehan batik di setiap karya busana yang ia luncurkan.

Jika sebelumnya, Angeline Virginia Wong melaunching koleksi busana dengan paduan batik Kalimantan yang menarik. Kali ini, ia kembali mengangkat wastra Nusantara, yakni motif batik Papua.

"Koleksi kali ini bertema 'Jungle'. Saya menggabungkan koleksi busana Kahinje yang kemarin (busana dengan batik Kalimantan), dan busana baru saya, Wosio (busana dengan batik Papua). Wosio berarti 'Satu' dalam bahasa Waropen Papua," kata Angeline Virginia Wong, Kamis (16/6/2022).

Angel menuturkan, busana Jungle ini terinspirasi dari kekayaan alam Kalimantan dan Papua yang masih hijau. Kedua pulau tersebut memiliki wilayah hutan luas dengan berbagai keanekaragaman hayati dan hewani.

"Kalimantan dan Papua terkenal dengan kekayaan alam dan hutan. Sehingga saya terinspirasi untuk menciptakan busana yang modern, namun tidak meninggalkan kesan etnik dan 'jungle' dari kedua wilayah tersebut," ujarnya.

Siswi yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini memang menyukai hal-hal yang berbau etnik, terutama batik yang setiap daerahnya memiliki ciri khas berbeda.

Jika untuk koleksi busana Kahinje sebelumnya Angel menggunakan batik Kalimantan yang dikombinasikan dengan aksesori dayak, busana Wosio berbeda. Ia memilih menggunakan batik tulis dari Papua yang dirancang menjadi busana etnik dan modern.

Koleksi 'Jungle' yang merupakan gabungan dari koleksi Kahinje dan Wasio ini mengjadirkan 7 look busana, tiga busana perempuan dan empat busana lainnya untuk laki-laki.

"Kahinje dan Wosio adalah desain saya yang paling etnik, karena keduanya terinspirasi dari budaya serta alam Papua dan Kalimantan. Sehingga walaupun busana saya adalah busana modern, kesan etnik Papua dan Kalimantan masih melekat dan kuat," paparnya.

Sama seperti koleksi-koleksi sebelumnya, Angel selalu memadukan kain batik dengan denim. Tujuannya supaya bisa menciptakan busana etnik modern yang bisa disukai milenial.

Dalam koleksinya kali ini, Angel berkolaborasi dengan model-model senior dari Next Model Management di bawah naungan Arief Santoso, bersama dengan photographer Mochtret di Studio 31 Signature.

"Saya ingin batik dikenal sebagai busana untuk semua usia. Baik untuk anak-anak, remaja, dan dewasa. Sudah sebuah kewajiban bagi kita untuk melestarikan budaya dan batik Indonesia. Harapan saya, orang-orang bisa semakin mencintai dan melestarikan batik Indonesia," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved