Berita Nganjuk

Pasar Hewan Warujayeng Nganjuk Kembali Dibuka, Petugas Pantau Ketat Dokumen dan Kesehatan Hewan

Pasar Hewan Warujayeng Nganjuk kembali dibuka, petugas melakukan pemantauan ketat terkait dokumen dan kesehatan hewan. Tak boleh dari luar daerah.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Petugas kesehatan hewan didampingi jajaran kepolisian melakukan pemeriksaan kesehatan hewan yang akan dijual pedagang di Pasar Hewan Warujayeng yang kembali dibuka menjelang Idul Adha, Minggu (26/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Jelang Hari Raya Idul Adha 2022, Pasar Hewan Warujayeng di Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, kembali dibuka, setelah sempat ditutup untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kapolsek Warujayeng Polres Nganjuk, Kompol Masherly Sutrisno menjelaskan, setelah Pasar Hewan Warujayeng dibuka, pihaknya bersama instansi terkait seperti Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Forkopimcam melakukan pemantauan.

"Pemantauan bersama dilakukan untuk melokalisir penjualan hewan ternak dan pengendalian penyebaran penyakit mulut dan kuku pada hewan," ujar Kompol Masherly Sutrisno didampingi Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto, Minggu (26/6/2022).

Dikatakan Kompol Masherly Sutrisno, setiap hewan ternak yang dibawa oleh pedagang hewan untuk diperjualbelikan di Pasar Hewan Warujayeng, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan atau petugas yang berkompeten, Termasuk pemeriksaan data hewan ternak untuk mengetahui kesehatan hewan, serta memastikan hewan-hewan itu tidak berasal dari luar daerah.

"Kami hanya melakukan pendampingan kepada para petugas kesehatan hewan di lapangan agar kegiatan pemantauan serta pengetatan aktivitas Pasar Hewan dapat berjalan lancar," ujar Kompol Masherly Sutrisno.

Sebelumnya Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, stok hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha di Kabupaten Nganjuk sudah mendukupi. Di mana hewan ternak untuk kurban harus betul-betul sehat dengan dibuktikan surat keterangan sehat dari Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk ataupun pihak yang telah ditunjuk.

"Yang pasti, hewan ternak untuk kurban harus sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat. Silakan bagi warga yang meminta surat sehat untuk ternaknya bisa ke Dinas Pertanian," kata Marhaen Djumadi.

Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya telah meminta Dinas Pertanian untuk membantu masyarakat mendapatkan kartu sehat bagi ternak dengan melalui serangkaian pemeriksaan pada ternak tersebut. Dengan demikian, hewan yang diperuntukkan sebagai hewan kurban betul-betul sehat dan aman dikonsumsi manusia.

"Dan kami optimistis di Kabupaten Nganjuk tidak akan ada persoalan terkait stok hewan kurban. Silakan warga yang membutuhkan hewan untuk kurban juga bisa meminta informasi ke Dinas Pertanian dimana saja lokasi mendapatkan hewan kurban yang sehat dan aman," tutur Marhaen Djumadi.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Nganjuk

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved