Berita Lumajang

Jadi Provokator Kericuhan Final Sepak Bola Porprov Jatim, Remaja 17 Tahun Ditetapkan Tersangka

Tawuran antar remaja usai final sepak bola Porprov Jatim digelar di Stadion Semeru, Lumajang, berbuntut panjang.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/TONY Hermawan
Kisruh suporter warnai akhir laga final sepak bola Jember vs Kabupaten Pasuruan di Stadion Semeru, Lumajang. 

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Tawuran antar remaja usai final sepak bola Porprov Jatim digelar di Stadion Semeru, Lumajang, berbuntut panjang.

Satreskim Polres Lumajang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) telah mengamankan salah seorang anak berusia 17 tahun. Status anak itu ditetapkan sebagai tersangka.

Informasinya, anak remaja itu warga asal Lumajang. Dia diduga menjadi provokasi karena saat aksi kerusuhan terjadi  tertangkap basah akan mengacungkan celurit di kerumunan massa.

Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengatakan, pihaknya tidak bisa membeberkan secara detail identitas tersangka demi mencegah korban-korban kerusuhan melakukan aksi balas dendam.

Namun, yang pasti tersangka akan diproses secara hukum. Saat ini dia dijerat melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang larangan membawa senjata tajam.

"Jadi anak ini kepergok petugas mengeluarkan sajam dari jok motornya. Untung saja Ketahuan jadi bisa langsung diamankan," ujarnya.

Kapolres berpangkat dua bunga melati emas ini juga menjelaskan bahwa, penyulut kerusuhan bermula karena suporter kecewa  tidak bisa menyaksikan laga di dalam stadion.

Kekecewaan suporter semakin meradang setelah mengetahui pihak panitia tidak menyediakan fasilitas nonton bareng di luar lapangan.

Di sisi lain, pihak panitia dinilai juga terlalu minim mengerahkan petugas untuk mengamankan sebuah pertandingan.

Saat itu, hanya 500 anggota gabungan yang diterjunkan. Sedangkan, saat itu supporter yang datang di Stadion Semeru kurang lebih 20 ribu orang. 

"Lalu-lalang ribuan suporter ini cukup membuat petugas kewalahan menertibkan akses masuk Stadion Semeru. Maka, ke depan kalau ada acara bola tolong di luar stadion sediakan fasilitas nonton bareng.  Supaya kejadian kerusuhan tidak terulang lagi," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved