Berita Nganjuk

Sadis, Tiap Marah, Pekerja Serabutan di Nganjuk Bacok Warga di Jalan secara Random, Polisi: Kepuasan

Sadis, setiap marah, pekerja serabutan di Nganjuk membacok warga yang ditemui di jalan secara random tanpa ampun, polisi: Kepuasan.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
TPU (21) pekerja serabutan warga Desa Balongasem, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, dibekuk polisi setelah membacok sejumlah orang, Jumat (8/7/2022). Aksinya itu dilakukan sebagai pelampiasan saat merasa marah. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Terkuak alasan dua orang di Nganjuk yang membacok 10 orang di berbagai lokasi berbeda.

Tim Resmob Polres Nganjuk berhasil menangkap pelaku aksi pepet bacok di Nganjuk.

Dari dua orang pelaku, baru satu yang diamankan, yakni TPU (21) pekerja serabutan warga Desa Balongasem, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Sementara pelaku lain, IR (25) pemilik warung warga Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, menjadi daftar pencarian orang (DPO) Polres Nganjuk.

Kasatreskrim Polres Nganjuk, AKP I Gusti Agung Ananta Pratama menjelaskan, aksi penganiayaan dengan pembacokan oleh kedua pelaku tersebut sangat meresahkan warga dalam beberapa bulan terakhir.

Mereka melakukan aksi penganiayaan di lokasi yang berbeda-beda dan tanpa mengenal belas kasihan kepada korban.

"Siapa saja, baik anak-anak ataupun orang dewasa yang ditemui pelaku ketika di jalan yang sedang marah langsung saja dipepet saat berkendara dan dibacok dengan sabit begitu saja oleh pelaku, setelah itu pelaku kabur meninggalkan korban terluka," kata AKP I Gusti Agung Ananta Pratama, Jumat (8/7/2022).

Dijelaskannya, motif dari aksi pelaku yang nekat melakukan penganiayaan kepada siapa saja yang ditemui di jalan tersebut adalah pelampiasan kekesalan.

Saat mempunyai persoalan yang dihadapi di rumah, pelaku langsung keluar mengajak pelaku lain untuk melakukan penganiayaan. Usai melakukan penganiaan dengan pembacokan kepada korbanya, pelaku terlihat puas.

"Aksi penganiayaan di jalanan tersebut dilaporkan oleh para korbannya kepada polsek terdekat. Namun karena minimnya saksi dan bukti, pelaku cukup sulit dilacak, karena setiap melakukan penganiayaan di malam hari langsung kabur," ucap AKP I Gusti Agung Ananta Pratama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved