Berita Entertainment
Bolak-balik Rumah Sakit, Nasib Sarwendah Kini Pilu Divonis Idap Kista di Batang Otak, Ruben Kaget
Bak petir di siang bolong, Ruben Onsu dan keluarga kaget bukan main saat mengetahui Sarwendah divonis oleh dokter idap kista di batang otak.
Penulis: Elma Gloria Stevani | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM - Setelah mengungkapkan dirinya mengungkapkan penyakit langka, Sarwendah harus bolak-balik ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.
Penyakit langka yang diderita oleh Sarwendah memang sempat belum diketahui secara detil karena Sarwendah masih menjalani serangkaian pemeriksaan.
Namun kini dokter mengetahui penyakit apa yang tengah bersarang di tubuh isri Ruben Onsu itu.
Dari pemeriksaan dokter, dapat disimpulkan Sarwendah mengidap kista pada batang otaknya.
Penyakit yang diderita oleh Sarwendah bukan hal yang remeh.
Baca juga: Firasat Ganjil Ruben Onsu soal Penyakit Sarwendah, Yakini Tak Wajar, Ayah Betrand Peto: Kata Tuhan

Pasalnya, berakibat fatal jika ibu 3 anak ini menjalani operasi.
Hal itu diungkapkan secara langsung oleh sang suami, Ruben Onsu saat ngobrol dengan Irfan Hakim dan Raffi Ahmad.
"Ada sesuatu di batang otaknya dia. Jadi dia numbuh kista di batang otak, itu hasilnya," ungkap Ruben Onsu dilansir TribunJatim.com dari YouTube FYP Trans TV.
Bak petir di siang bolong, Ruben Onsu kaget bukan main saat diinfokan hal itu oleh dokter yang menangani Sarwendah.
Ruben Onsu menyebut jika ia adalah orang pertama yang diberi tahu perihal kondisi sang istri.
Baca juga: Meski Ada Bercak Darah di Otak, Ruben Onsu Ngotot Kerja, Sarwendah: Realistis Saja, Kami Butuh Biaya

Terlebih saat itu Ruben Onsu sedang tak berada di rumah, melainkan di Singapura untuk menjalani syuting program TV.
"Telepon kok krang kring, kasih tau kalau ada sesuatu di batang otaknya dan lebih sensitif," sambungnya.
Pikiran Ruben Onsu kalut dan dilema pada saat itu.
Di satu sisi ia harus profesional karena sedang bekerja, namu di sisi lain sang istri sangat membutuhkan dirinya.
"Wenda belum tahu, gue yang duduk diam di pinggir jalan. Duh, maksudnya baru gue pikir selesai. Ini ada lagi," kata bapak tiga anak ini.
Baca juga: Terungkap 1 Permintaan Ganjil Ruben Onsu Tiap Ultah, Melaney Ketakutan, Suami Sarwendah: Tuhan Jawab
Ruben Onsu kemudian menghubungi adik Sarwendah untuk memberi tahukan hal itu.
Dengan catatan Sarwendah dilarang tahu terlebih dahulu karena Ruben Onsu tidak sanggup mengetahui reaksi istri tercintanya itu.
Namun nyatanya, nasib Sarwendah kini pilu.
Sarwendah telanjur mengetahui fakta tentang penyakitnya sebelum Ruben Onsu membongkarnya.
Ruben Onsu pun berusaha menguatkan Sarwendah.
Baca juga: Ternyata Inilah Alasan Ruben Onsu Ngotot Kerja Meski Ada Flek di Otaknya, Sarwendah Cuma Bisa Pasrah
"Saya bilang, yaudah yang ada aku," ucap Ruben Onsu mengingat kalimat yang diutarakannya pada Sarwendah.
Kini, Ruben Onsu dan Sarwendah hanya bisa saling menguatkan.
Ruben Onsu berharap pengobatannya dan istri yang akan dimulai akhir Juli ini bisa berbuah manis.
"Dia bagaimana menenangkan saya, saya menenangkan dia. Orang sakit nenangin orang sakit," tukasnya.
Sebelumnya, Ruben Onsu juga sudah mengungkap penyakit yang diidapnya.
Baca juga: Pesan Haru Ruben Onsu ke Betrand Peto, Isu Gangguan Mistis Kembali Muncul, Titip Bunda Sarwendah
Ia mengaku menderita Empty Sella Syndrome yang cukup jarang terdengar.
Lalu apa itu Empty Sella Syndrome atau Sindrom sella kosong?
Dikutip dari raredesiase.org, Empty Sella Syndrome adalah gangguan langka yang ditandai dengan pembesaran atau malformasi struktur di tengkorak yang dikenal sebagai sella turcica.
Sella turcica adalah depresi berbentuk pelana yang terletak di tulang di pangkal tengkorak (tulang sphenoid), di mana tinggal kelenjar hipofisis.
Pada sindrom sella kosong, sella turcica sebagian diisi dengan cairan serebrospinal dan kelenjar hipofisis terkait yang sangat kecil yang terletak di lantai sella (sella kosong sebagian) atau sepenuhnya diisi dengan cairan serebrospinal tanpa kelenjar hipofisis yang divisualisasikan (sella yang benar-benar kosong).
Baca juga: Kondisi Terkini Sarwendah Idap Penyakit Langka, Psikologis 3 Anaknya Disorot, Ruben Onsu: Galau
Kebanyakan individu dengan sindrom sella kosong tidak memiliki gejala terkait, tetapi temuan ini menimbulkan kekhawatiran tentang kekurangan hormon.
Sindrom sella kosong dapat terjadi sebagai gangguan primer, yang penyebabnya tidak diketahui (idiopatik), atau sebagai gangguan sekunder, di mana ia terjadi karena kondisi atau gangguan yang mendasarinya seperti tumor hipofisis yang diobati, trauma kepala, atau kondisi yang dikenal sebagai idiopatik
Tanda & Gejala
Gejala sindrom sella kosong dapat bervariasi dari satu orang ke orang lain dan tergantung pada penyebab yang mendasarinya.
Dalam kebanyakan kasus, terutama pada individu dengan sindrom sella kosong primer, tidak ada gejala terkait (tanpa gejala).
Seringkali, sindrom sella kosong ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan CT atau MRI ketika individu sedang dievaluasi karena alasan lain.
Gejala paling umum yang berpotensi terkait dengan sindrom sella kosong adalah sakit kepala kronis.
Namun, tidak diketahui apakah sakit kepala berkembang karena sindrom sella kosong atau hanya temuan kebetulan.
Banyak individu dengan sindrom sella kosong memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi), yang dengan sendirinya dapat menyebabkan sakit kepala jika parah.
Dalam kasus yang jarang terjadi, individu dengan sindrom sella kosong telah mengembangkan peningkatan tekanan di dalam tengkorak (tekanan intrakranial jinak), kebocoran cairan serebrospinal dari hidung (rhinnorhea serebrospinal), pembengkakan cakram optik karena peningkatan tekanan kranial (papilledema), dan kelainan yang mempengaruhi penglihatan seperti hilangnya kejernihan penglihatan (ketajaman visual).
Pada sindrom sella kosong, fungsi kelenjar pituitari biasanya tidak terpengaruh. Ini sering tidak terlihat dengan baik pada pencitraan, tetapi sebaliknya berfungsi dengan sempurna.
Hipofisis adalah kelenjar kecil yang terletak di dekat pangkal tengkorak yang menyimpan beberapa hormon penting dan melepaskannya ke dalam aliran darah sesuai kebutuhan tubuh.
Hormon-hormon ini mengatur banyak fungsi tubuh yang berbeda. Meskipun jarang terjadi, beberapa fungsi hipofisis abnormal atau menurun dapat terjadi (hipopituitarisme) dalam pengaturan sella kosong.
Temuan khusus pada beberapa individu dengan sella kosong, termasuk anak-anak, telah diisolasi pertumbuhan horm ...
Penyebab
Penyebab yang tepat dan mendasari sindrom sella kosong primer tidak diketahui (idiopatik).
Para peneliti percaya bahwa cacat pada diafragma sellae yang ada saat lahir (cacat bawaan) memainkan peran dalam pengembangan sindrom sella kosong primer.
Diafragma sellae adalah lipatan dura mater (lapisan terluar membran yang melapisi otak dan sumsum tulang belakang).
Diafragma sellae mencakup tulang sphenoid di mana sella turcica dan hipofisis berada.
Pada beberapa individu yang terkena, robekan pada diafragma sellae memungkinkan membran yang mendasarinya untuk mendorong melalui (herniasi), yang memungkinkan cairan serebrospinal bocor dan menumpuk di sella turcica.
Tekanan yang diberikan oleh cairan dapat meratakan atau memperbesar sella turcica.
Akibatnya, hipofisis menjadi terkompresi dan diratakan juga. Pada beberapa individu dengan sindrom sella kosong primer, diafragma sellae tidak ada saat lahir.
Peran yang tepat yang membelot dalam permainan sella diafragma adalah develo....
Populasi yang Terkena Sindrom sella kosong primer mempengaruhi sekitar 4 kali lebih banyak wanita daripada pria.
Sebagian besar kasus terjadi pada wanita paruh baya yang mengalami obesitas dan memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi).
Karena kebanyakan orang dengan sindrom sella kosong tidak memiliki gejala dan mungkin tidak terdiagnosis, menentukan frekuensi sebenarnya gangguan pada populasi umum sulit.
Beberapa peneliti memperkirakan bahwa kurang dari 1 persen individu dengan sindrom sella kosong pada akhirnya mengembangkan gejala yang terkait dengan gangguan tersebut, meskipun ini mungkin lebih tinggi pada pria dibandingkan dengan wanita.
Diagnosis Diagnosis sindrom sella kosong dibuat berdasarkan identifikasi gejala karakteristik, riwayat pasien terperinci, evaluasi klinis menyeluruh, dan teknik pencitraan khusus.
Pencitraan dapat mencakup pemindaian computerized tomography (CT) dan magnetic resonance imaging (MRI).
Selama pemindaian CT, komputer dan sinar-x digunakan untuk membuat film yang menunjukkan gambar penampang dari jaringan tertentu str ...
Perawatan Terapi Standar Sebagian besar individu dengan sindrom sella kosong tidak memiliki gejala apa pun dan tidak memerlukan perawatan.
Ketika gejala memang terjadi, pengobatan diarahkan pada gejala spesifik yang terlihat pada setiap individu.
Jika hipofisis terpengaruh, maka terapi penggantian untuk hormon tertentu harus diberikan sesuai kebutuhan.
Pembedahan mungkin diperlukan ketika cairan serebrospinal bocor dari hidung (CSF rhinnorhea).
Berita lain terkait Sarwendah
Informasi lengkap dan menarik lainnya hanya di GoogleNews TribunJatim.com