Berita Surabaya
Kementerian Kominfo Fasilitasi Digital Fullfilment untuk Para Pelaku UMKM Surabaya
Kementerian Kominfo memfasilitasi digital fullfilment untuk pelaku UMKM Surabaya. Hal itu dilakukan untuk mendorong pemanfaatan digital.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Roadshow Sosialisasi bertajuk 'Optimasi Penjualan Marketplace dengan Digital Fullfilment' digelar Kementerian Kominfo RI di Surabaya, Selasa (19/7/2022).
Kegiatan ini diselenggarakan untuk mendorong para pelaku usaha UMKM di Kota Pahlawan memanfaatkan digital.
Kegiatan ini merupakan rangkaian roadshow kedua setelah sebelumnya berlangsung di Denpasar Bali pada akhir Juni 2022 lalu.
Dikemas dengan diskusi panel, ratusan pelaku UMKM di Surabaya dilibatkan untuk memberikan pengetahuan layanan tentang gudang daring atau digital fulfillment.
Hal ini menjadi solusi atas permasalahan minimnya kapasitas tempat penyimpanan yang selama ini kerap dihadapi pelaku UMKM. ketersediaan barang tersebut akan seluruhnya dapat dipantau langsung oleh pelaku UMKM secara daring.
Ketua Tim Transformasi Digital Sektor Pertanian, Maritim dan Logistik Kementerian Kominfo, Wijayanto mengatakan, dengan Digital Fulfillment yang telah disiapkan, pelaku UMKM kini memiliki gudang penyimpanan barang warehouse untuk ketersediaan barang.
"Biasanya, kalau sudah ada pesanan online para pelaku usaha ini agak sedikit kewalahan untuk packing barangnya sendiri. Kehadiran ini diharapkan membantu UMKM," kata Wijayanto dalam siaran tertulis kepada wartawan.
"Sehingga, mereka bisa memiliki gudang dimana saja, mendekatkan kepada konsumennya, baik produksi barang, makanan maupun minuman. Tentunya ini dapat diperoleh secara gratis," lanjut Wijayanto.
Dia berharap, dengan upaya ini, para pelaku UMKM dapat fokus membesarkan usaha. Apalagi, ini dapat dimanfaatkan pelaku UMKM manapun bisa bergabung, yang terpenting telah berjualan secara daring.
"Daripada mereka merekrut orang lagi untuk penyimpanan, pengemasan dan pengiriman, mereka dapat memanfaatkan jasa ini secara gratis tanpa dipungut biaya," jelasnya.
Untuk mengoptimalkan upaya ini, Kementerian Kominfo juga menggandeng startup Crewdible yang merupakan pionir gudang daring di Indonesia sejak tahun 2017. Gudang daring ini pun diketahui tersebar hampir di seluruh penjuru Indonesia dilengkapi dengan pelayanan profesional.
Wijayanto menjelaskan, hampir semua kota besar di tanah air telah dijangkau. Misalnya Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan serta rencananya juga akan berkembang ke Makassar.
Upaya ini pun disambut antusias para pelaku UMKM. Misalnya, disampaikan Agus Nanang yang usahanya bergerak di bidang kerajinan kulit di Kota Surabaya. Sebagai pelaku usaha yang bergerak secara offline dan online, sistem tersebut diharapkan dapat membantu percepatan dalam penjualan.
Apalagi, dalam menghadapi tantangan usaha setelah pandemi Covid-19.
"Hal ini akan sama-sama membantu, saya ada bisnis dan dibantu tangan kedua semoga bisa growing up (bertumbuh)," ungkapnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
Kumpulan berita seputar Surabaya