Berita Madura

Geger Dugaan Pencabulan Bocah 11 Tahun di Sumenep, Kades Jambu Sebut Pelaku Bukan Warganya

Kepala Desa Jambu, Kecamatan Lenteng Sumenep Benny Wahyudi menyatakan bahwa ZT (46) yang jadi terduga pelaku pencabulan dan pemerkosaan bukan warganya

Tribunnews Kupang
Ilustrasi pencabulan bocah 11 tahun di Sumenep. Kepala Desa Jambu menyebut pelaku bukan warganya karena sudah pindah domisili 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Kepala Desa Jambu, Kecamatan Lenteng Sumenep Benny Wahyudi menyatakan bahwa ZT (46) yang jadi terduga pelaku pencabulan dan pemerkosaan bukan warganya.

Pernyataan itu disampaikan setelah ada keterangan polisi, bahwa ZT berasal dari Desa Jambu, Kecamatan Lenteng yang sudah tega setubuhi bocah usia 11 tahun pada hari Minggu (2/7/2022).

"Yang bersangkutan memang anak salah satu kiai tersohor di Desa Jambu, namun sudah pindah domisili ke salah satu desa di wilayah kecamatan batuputih dan infonya disana juga mempunyai pondok pesantren yang lumayan besar," kata Benny Wahyudi, Selasa (26/7/2022).

Data itu bisa dibuktikan lanjutnya, sesuai di data base desa bahwa nama ZT tersebut sudah tidak ada. Hanya tinggal ibu dan saudaranya yang masih terdaftar sebagai warga di desa jambu tersebut.

Baca juga: Beri Uang Rp 50 Ribu ke Gadis Cilik, Pria Madura Ternyata Punya Niat Jahat, Baju Sobek Buktinya

Soal tempat kejadian dugaan persetubuhan dan pencabulan itu katanya, diakuinya dilakukan di rumahnya sendiri ZT (rumah asal) tepatnya di desa jambu.

"Yang bersangkutan sudah lama menikah, terkait pindah domisili yang bersangkutan tidak tahu kapan, karena saya baru menjabat sebagai kepala desa jambu. Akan tetapi yang jelas nama ZT terduga pelaku persetubuhan dan pencabulan sudah tidak terdaftar sebagai warga desa jambu," paparnya.

Untuk diketahui sebelumnya, ZT (46) warga Dusun Tambak Desa Jambu, Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep Madura berhasil ditangkap Satreskrim Polres Sumenep pada Senin (25/7/2022).

ZT ditangkap karena atas dugaan perkara tindak pidana persetubuhan dan pecabulan terhadap anak bernama Bunga (nama samaran) yang masih berusia 11 tahun.

Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S mengungkapkan kronologi peristiwa kasus pencabulan dan pemerkosaan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved