Berita Malang

Siasat Busuk Pria di Malang Nodai Gadis Difabel Anak Tetangga, Korban Dipanggil dan Diajak ke Lorong

Seorang pria di Malang dihadapkan di meja hijau. Penyebabnya, karena dia telah mencabuli anak tetangganya.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
Istimewa/ Humas Kejari Kota Malang
Tersangka pencabulan berinisial B (66) saat dilimpahkan kepada Kejari Kota Malang, Selasa (26/7/2022). 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang menerima pelimpahan tersangka dari Polresta Malang Kota, Selasa (26/7/2022) siang.

Diketahui, tersangka yang dilimpahkan tersebut berinisial B (66), warga Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Kasi Intelijen Kejari Kota Malang, Eko Budisusanto menjelaskan kasus pidana yang menjerat tersangka tersebut.

"Jadi, pada Minggu (20/3/2022) sekitar pukul 11.45 WIB, tersangka memanggil korban yang masih berusia 13 tahun. Korban ini merupakan anak dari tetangga tersangka," ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa (26/7/2022).

Dari informasi yang didapat TribunJatim.com, kejadian itu terjadi di Jalan Selorejo, Kecamatan Lowokwaru. Diketahui, korban ini merupakan anak perempuan, sebut saja namanya Mawar (13) dan mengalami disabilitas tuna wicara.

"Setelah memanggil korbannya, tersangka mengajak korban ke sebuah lorong. Setelah itu, tersangka melakukan perbuatan cabul kepada korban. Setelah melakukan aksinya itu, tersangka memberikan hadiah kepada korbannya berupa jeruk dan es krim," bebernya.

Baca juga: Sidang Eksepsi Terdakwa Putra Kiai Cabul Mas Bechi Berlangsung Singkat, Sidang Online Masih Disoal

Karena mengalami disabilitas tuna wicara, sehingga saat aksi itu dilakukan oleh tersangka, Mawar tidak bisa berteriak minta tolong.

Dan perlu diketahui juga, ayah Mawar adalah seorang tunanetra. Sedangkan ibu Mawar, kondisi psikisnya kurang begitu baik

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan Pasal 82 ayat (1) UU RI No 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara.

"Usai menerima pelimpahan, selanjutnya kami melakukan penahanan kepada tersangka selama 20 hari di Lapas Kelas I Malang. Dan kami segera melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Kelas I A Malang (PN Malang) untuk disidangkan," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved