Berita Lumajang

Pembangunan Gereja di Lumajang Dapat Penolakan Warga, Bupati Cak Thoriq Keluarkan 3 Keputusan

Pembangunan gereja di Lumajang mendapatkan penolakan warga, Bupati Cak Thoriq keluarkan 3 keputusan, apa saja? Ini penjelasannya.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Tony Hermawan
Renovasi Gereja Pantekosta di Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Lumajang, terhenti karena mendapat sejumlah penolakan warga, Selasa (2/8/2022). Kini, tempat itu dikembalikan menjadi rumah pendeta, bukan gereja. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Pembangunan Gereja Pantekosta di Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Lumajang, mendapat penolakan warga.

Pemerintah Kabupaten Lumajang pun berusaha mencari solusi permasalahan tersebut, Selasa (2/8/2022).

Sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) turut dilibatkan untuk menggali fakta yang melatarbelakangi penolakan tersebut.

Rupanya protes penolakan ini muncul karena ada sejumlah warga yang meyakini bahwa pemilik tanah tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk mendirikan gereja.

Padahal, umat Kristen ternyata sudah melaksanakan ibadah di tempat tersebut sejak tahun 1972. Bangunan itu, dulunya tempat tinggal seorang pendeta. 

Seiring berjalannya waktu, jumlah jemaat yang melakukan ibadah di rumah pendeta semakin banyak.

Umat Kristen pada tahun 2005 berencana melakukan renovasi rumah tersebut agar menjadi layak disebut tempat ibadah.

Sebelum renovasi dilakukan, pihak pendeta dan umat Kristen telah merundingkan niatan tersebut dengan jajaran forkopimca setempat. 

Saat itu, persetujuan renovasi bangunan rumah menjadi gereja telah disepakati. Umat Kristen semula mengira proses ini bisa menjadi bahan persetujuan. Namun nyatanya, justru malah memicu kesalahpahaman.

Hingga tahun 2022, ketika umat kembali mencoba melakukan renovasi, kesalahpahaman itu semakin menajam di permukaan.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengatakan, untuk menengahi masalah ini, pihaknya mengeluarkan 3 poin keputusan.

Pertama, renovasi tetap bisa dilanjutkan dengan catatan bangunan kembali menjadi fungsi awal menjadi tempat tinggal pendeta. Selanjutnya pemda akan mencari lahan pengganti yang lebih representatif untuk membangun sebuah gereja.

Kedua, pihaknya berjanji akan membantu pengurusan izin legalitasnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved