Berita Nganjuk

Satpol PP Lakukan Sosialisasi Penataan PKL di Sekitar Alun-alun Nganjuk: Kami Beri Tempo Satu Hari

Satpol PP melakukan sosialisasi penertiban dan penataan PKL di sekitar Alun-alun Nganjuk: Kami beri tempo satu hari.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Petugas Satpol PP Pemkab Nganjuk saat memberikan sosialisasi pemberitahuan akan dilakukanya penataan dan penertiban PKL di sekitar Alun-alun Nganjuk, Kamis (4/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Satpol PP Kabupaten Nganjuk lakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Alun-alun Nganjuk.

Kasi Trantib Satpol PP Pemkab Nganjuk, Sutikno menjelaskan, penataan dan penertiban PKL di Nganjuk dilakukan sebagai tindak lanjut pengaduan masyarakat terkait dengan keberadaan PKL yang dinilai mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, terutama lalu lintas jalan.

Selain itu, dikatakan Sutikno, penertiban dilakukan juga sebagai bentuk penegakan peraturan daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Nganjuk.

"Kami laksanakan instruksi Kasatpol PP untuk melakukan pengecekan adanya PKL yang diadukan oleh masyarakat, PKL silakan berjualan, tetapi juga harus menjaga kebersihan, keindahan, dan kerapian. Jadi jangan sampai menimbulkan dampak negatif," kata Sutikno, Kamis (4/8/2022).

Kegiatan penertiban PKL kali ini difokuskan pada PKL yang berada di sebalah barat atau seberang Alun-alun Nganjuk. Ini dikarenakan jualan di tepi sebelah barat jalan alun-alun dinilai mengganggu lalu lintas karena jalan sempit. Dan itu berdampak pada kemacetan lalu lintas.

Oleh karena itu, ungkap Sutikno, pihaknya bersama instansi terkait berencana untuk menata ulang area-area yang boleh digunakan untuk PKL.

Namun dalam langkah awal, semua PKL agar tertib dalam berjualan. Seperti di tikungan jalan, area parkir, dan tempat yang semestinya tidak untuk berjualan.

"Kami berikan tempo satu hari untuk PKL bisa menata diri dan tidak berjualan di tempat larangan. Jika kedapatan ada yang melanggar, Satpol PP akan lakukan teguran, dan jika sudah 3 kali teguran, maka pelangar akan dibuatkan sanksi tegas atau surat tertulis," ucap Sutikno.

Seperti diketahui, sebelumnya DPRD Kabupaten Nganjuk menyoroti keberadaan PKL di sekitar Alun-alun Nganjuk yang semakin tidak terkendali.

Hal itu setelah banyak PKL yang berjualan di sekitar Alun-alun Nganjuk menempati tempat-tempat yang tidak boleh digunakan untuk berjualan.

Tempat itu ada di depan perkantoran, sehingga seringkali menimbulkan penyempitan jalan dan rawan kemacetan.

"Kami mohon perhatian dan tindakan penataan atas keberadaan PKL di sekitaran Alun-alun Nganjuk. Kami mengerti mereka mencari nafkah, tetapi harus tetap diatur sehingga tidak menimbulkan keresahan bagi warga lain," tutur anggota DPRD Nganjuk dari Fraksi PKB, Burhanudin El Arif.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Nganjuk

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved