Berita Banyuwangi

Uniknya Gang Sempit di Banyuwangi yang Disulap Menjadi Pusat Oleh-oleh Khas

Di Banyuwangi, ada sebuah gang sempit yang disulap menjadi pusat oleh-oleh khas daerah tersebuy.

Penulis: Haorrahman | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Haorrahman
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyempatkan diri meninjau pusat oleh-oleh Kampung Mandar. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Jajanan dan oleh-oleh khas Banyuwangi tak hanya ditemukan di toko ataupun pusat oleh-oleh. Namun kini juga bisa ditemukan di salah satu gang sempit di Banyuwangi yang dikelola oleh sejumlah anak muda.

Di Banyuwangi, gang sempit disulap menjadi pusat oleh-oleh baru di Banyuwangi.

Namanya Gang Remaja yang terletak di Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Kota Banyuwangi. Gang yang tak lebih dari 2 meter itu, dipenuhi dengan jajanan dan oleh-oleh khas Banyuwangi.

Kampung Mandar yang banyak dihuni nelayan kini dikenal sebagai salah satu sentra kawasan kuliner seafood di pusat kota. Tak hanya olahan ikan laut, kawasan ini juga dikenal jajanan Tahu walik dengan petisnya yang khas.

Baca juga: Larisnya Kripik Pare Buatan Kota Kediri Ludes Diborong Pengunjung Pameran Indonesia City Expo

Sebanyak 25 pelaku industri kreatif dan UMKM menggelar lapak dagangannya di teras rumahnya. Berbagai macam oleh-oleh seperti cemilan khas Banyuwangi, kopi, hingga olahan ikan pun ada di pusat belanja oleh-oleh Kampung Mandar.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Mandar, Hilman Syah Anwar mengatakan, ide awal membuat pusat oleh-oleh berbasis masyarakat ini bertujuan untuk memajukan perekonomian di Kampung Mandar.

"Tujuan utama membuat oleh-oleh di Kampung Mandar adalah meningkatkan perekonomian warga. Ibu-ibu warga sini kalau pukul 01.00 sampai 06.00 berjualan ikan di pasar Banyuwangi. Sore harinya dimanfaatkan untuk berjualan dirumah masing-masing hingga malam hari," ujar Hilman, Minggu (7/8/2022).

Bekerjasama dengan Asosiasi Kuliner, Kaos, Kerajinan, Aksesoris, dan Batik (AKRAB) Banyuwangi, Hilman mengaku sangat terbantukan. Pasalnya, warga sekitar yang berjualan tidak perlu repot-repot lagi dalam membuat produk yang harus mereka jual.

"Untuk saat ini, AKRAB Banyuwangi sangat membantu warga sekitar dalam hal supplay produk. Harapan kedepan tetap ada produk asli Kampung Mandar yang bisa dipasarkan." imbuh Hilman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved