Berita Jatim

BNPT Puji PT Smelting -TSI Prigen Kembangkan Inseminasi Banteng Jawa, Pulihkan Kualitas Sapi Bali

Boy Rafi Amar mengapresiasi upaya PT Smelting dan Taman Safari Indonesia (TSI) dalam mengembangkan inseminasi antara Sapi Bali dengan Banteng Jawa

Editor: Januar
Istimewa/ TribunJatim.com
BNPT apresiasi PT Smelting dan TSI kembangkan inseminasi banteng dengan sapi Bali, dibudidayakan napiter 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafi Amar mengapresiasi upaya PT Smelting dan Taman Safari Indonesia (TSI) dalam mengembangkan inseminasi antara Sapi Bali dengan Banteng Jawa.

Jika berhasil dalam mengembangkan inseminasi ini, hasilnya berupa Sapi Bali unggul bakal dibudidayakan oleh para eks narapidana terorisme (Napiter) dan juga peternak lainnya.

Hal itu disampaikan Komjen Boy Rafi Amar saat meninjau kandang persiapan inseminasi di TSI Prigen, Jumat (19/8/2022).

Ikut mendampingi Komjen Boy Rafly Amar, Senior Manager GA PT Smelting, Saptohadi Prayetno, GM TSI, Lies Yuwati, Guru besar FKH Unair Prof Heri Agoes Darmadi, drh. Ivan, drh. Nanang serta sejumlah pejabat BNPT lainnya.

Komjen Boy mengatakan, saat ini ada 100 lebih eks napiter tersebar di sejumlah kota di Jawa Timur. Untuk memberi kesejahteraan kepada mereka, BNPT melakukan sejumlah kegiatan yang salah satunya pendekatan ekonomi melalui kegiatan usaha seperti budidaya sapi hasil persilangan ini.

Baca juga: SK Bebas PMK Turun, Produk Daging Sapi Lemooin Layak Dikonsumsi

"Pendekatan kesejahteraan ini akan dikelola oleh Koperasi Artha Harmoni Bangsa binaan Gus Kholiq. Sapi hasil persilangan akan dibagikan kepada eks napiter. Dengan kualitas sapi unggulan ini, peternakan yang dikelola eks napiter bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. Dan nantinya kita tidak bergantung pada sapi impor sehingga ikut menjaga ketahanan pangan nasional," pesan mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Smelting, Irjuniawan P Radjamin menjelaskan, program ini sejak awal memang dirancang BNPT sebagai upaya lembaga ini mengentaskan eks napiter di bidang perekonomian. BNPT mengajak Smelting sebagai OBVITNAS ikut membantu mengembangkan Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) di Kabupaten Malang melalui program budidaya ternak unggulan.

"Dari hasil kajian sebelumnya, dipilih budidaya sapi unggulan hasil persilangan sapi Bali dan Banteng Jawa. Untuk pengembangan ini, kami menggandeng Taman Safari Indonesia di Prigen yang memiliki sumberdaya manusia dan kami membantu pengembangan fasilitasnya, dan diharapkan dalam waktu dekat hasil persilangan ini bisa dilihat hasilnya untuk kemudian kami berikan kepada BNPT," jelas Irjunawan P Radjamin.

GM TSI Prigen, Lies Yuwati menyebutkan, proyek persilangan banteng jawa dengan sapi bali ini sepenuhnya dibiayai oleh PT Smelting. Taman Safari menyiapkan sarana untuk pengembangan berupa laboratorium, peralatan pendukung, kandang persilangan dan perawatan.

"Harapan kami hasil program ini bisa segera dilakukan, dan bisa ber dampak sosial dan ekonomi bagi eks napiter dan masyarakat pada umumnya," jelas Lies Yuwati.

Dalam kesempatan Komjen Boy Rafi Amar dan rombongan berksempatan meninjau kandang sapi bali. Saat ini sapi bali yang murni dari Pulau Bali sedang disiapkan oleh tim dari TSI, IPB dan PT Smelting untuk didatangkan ke TSI Prigen.

"Hanya saja karena masuk masa pandemi PMK, pengiriman sapi bali ke TSI Prigen masih terkendala karantina yang dilakukan pemerintah. Kami masih berkoordinasi dengan para pihak termasuk KLHK, Perguruan Tinggi, Pemda Bali dan Jawa Timur, BNPB dan BNPT untuk bisa mengirimkan sapi bali ke Jawa Timur agar program riset ini bisa segera dilakukan," jelas Saptohadi Prayetno, Senior Manager GA PT Smelting.

Atas permintaan ini, Komjen Boy Rafi Amar berjanji akan segera berkoordinasi dengan BNPB untuk membantu pengiriman sapi bali ke TSI Prigen. "Insya Allah segera kami lakukan dan kegiatan budidaya sapi hasil inseminasi bisa segera berjalan," pesan Kepala BNPT Komjen Boy Rafi Amar.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved