Berita Gresik

Sudah Putusan, Kejari Gresik Musnahkan Barang Bukti Hasil Tindak Pidana, Termasuk Angklung Pengamen

Kejaksaan Negeri Gresik memusnahkan sabu-sabu senilai Rp 546 Juta dengan cara diblander dan dibakar.

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sugiyono
Kajari Gresik Muhammad Hamdan S bersama Forkopimda Kabupaten Gresik memusnahkan barang bukti dengan cara dibakar, Selasa (23/8/2022 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kejaksaan Negeri Gresik memusnahkan sabu-sabu senilai Rp 546 Juta dengan cara diblander dan dibakar. Pemusnahan tersebut telah mempunyai putusan hukum tetap, Rabu (24/8/2022).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Muhammad Hamdan S mengatakan, pemusnahan barang bukti ini setelah mempunyai hukuman tetap. Sehingga harus dimusnahkan. Baik dengan cara dibakar, diblender, dipotong-potong dan dilindas pakai tundum ruller.

Barang bukti yang dimusnahkan di antaranya sabu-sabu sebanyak 455,717 gram senilai Rp 546 Juta dari 79 perkara.

Barang bukti lain yang dimusnahkan yaitu ganja sebanyak 81,09 gram senilai Rp 81 Juta dari 3 perkara. Kemudian, tembakau sintetis senilai Rp 378,200 sebanyak 18,91 gram dari dua perkara. Barang bukti pil dobel L sebanyak 83,560 butir senilai Rp 250 juta dari 4 perkara.

Barang bukti lain yang dimusnahkan yaitu telepon seluler (Ponsel) sebanyak 69 buah dari 64 perkara, senjata tajam 5 buah dari 5 perkara, uang palsu sebanyak 475 lembar, masing-masing pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 dari 1 perkara.

Selain itu, barang bukti timbangan elektrik sebanyak 12 buah dari 12 perkara, alat hisab ada 22 buah dari 21 perkara, jaring cantrang 1 set dari 1 perkara, pakaian 30 potong dari 20 perkara, sebuah tas dari 1 perkara, satu set angklung milik pengamen dan minuman keras 143 botol dari 5 perkara tindak pidana ringan.

Baca juga: Antisipasi Penyalahguaan Narkoba di Kalangan Polisi, Polresta Malang Kota Gelar Tes Urine, Hasilnya?

"Total perkara yang telah mempunyai hukum tetap sebanyak 220 perkara. Barang bukti itu dimusnahkan secara diblander, digerindra, dibakar dan dilindas dengan tundum ruller," kata Hamdan.

Terkait banyaknya kasus narkotika, Kejari Gresik akan mendirikan rumah rehabilitasi untuk anak-anak, diharapkan bisa menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika.

"Kepada masyarakat Gresik yang mempunyai anak terkena narkotika, kami sarankan untuk tidak ragu-ragu membawa ke sini untuk direhabilitasi," katanya.

Dalam pemusnah barang bukti tersebut dihadiri perwakilan Forkopimda Kabupaten Gresik.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved