Berita Kediri

Kakek di Kediri Tega Hamili Cucu Sendiri, Perut Mengeras Picu Kecurigaan Ibu Korban

Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri Kota mengamankan TM (65) warga Mojoroto, Kota Kediri. TM diamankan karena tega setubuhi cucu kandung sendiri. 

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/DIDIK MASHUDI
Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri Kota mengamankan TM kakek di Kediri yang tega hamili cucu sendiri, Jumat (26/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri Kota mengamankan TM (65) warga Mojoroto, Kota Kediri. TM diamankan karena tega hamili cucu sendiri. 

Akibat perbuatannya mengakibatkan cucunya hamil. Saat ini tersangka telah dijebloskan sel tahanan Polres Kediri Kota

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Tomy Prambana menjelaskan, kasus ini terungkap bermula dari laporan IN yang merupakan ibu korban.

"Awalnya pelapor diberitahu jika perut korban mengeras seperti layaknya orang hamil," ungkap AKP Tomy Prambana, Jumat (26/8/2022). 

Setelah dilakukan pengecekan kepada petugas medis, ternyata benar jika korban memang sedang hamil.

Selanjutnya ibu korban kemudian bertanya apakah pernah disetubuhi oleh seseorang.

Korban yang masih di bawah umur mengakui jika dirinya telah disetubuhi oleh kakeknya. 

Baca juga: Duda di Madiun Setubuhi Gadis di Bawah Umur hingga Hamil dan Melahirkan Prematur, Bayi Meninggal

Setelah mendapatkan cerita dari puterinya, IN kemudian mendatangi rumah TM dan menanyai apakah benar TM telah menyetubuhi cucunya. 

Kepada ibu korban TM mengakui memang telah menyetubuhi cucunya. Tidak terima dengan perbuatan yang telah dilakukan pada puterinya, IN kemudian melaporkan kasusnya ke Polres Kediri Kota

Sementara dari keterangan korban, persetubuhan kakek dengan cucunya  dilakukan TM sejak Oktober 2021 hingga Januari 2022. Perbuatan itu dilakukan di rumah sang kakek yang berada di Mojoroto, Kota Kediri 

"Petugas PPA Sat Reskrim Polres Kediri Kota telah menindaklanjuti dan melakukan serangkaian tindakan penyelidikan hingga akhirnya alat bukti terpenuhi dan melakukan penangkapan terhadap TM," jelas AKP Tomy Prambana

Tersangka telah menjalani proses hukum atas perbuatannya. Pelaku bakal dijerat pasal 81 UU RI No 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak  Menjadi Undang-undang Jo Pasal 76D UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 

Ancaman hukuman pidana bagi pelaku  penjara paling singkat 5  tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved