Berita Entertainment

Bantah Motif Pelecehan, Kamaruddin Minta Sosok ini Ditangkap: yang Kawinkan Sambo dengan Si Cantik

Kamaruddin Simanjuntak menyebut bahwa motif pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang dilakukan Brigadir J sudah terbantah.

Diolah dari Google
Kamaruddin Simanjuntak, Kuasa Hukum keluarga Brigadir J, membantah tegas pernyataan Kapolri terkait motif pembunuhan yang didalangi Ferdy Sambo. 

TRIBUNJATIM.COM - Motif pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang menyeret Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka itu dikatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hanya ada dua kemungkinan, yakni perselingkuhan dan pelecehan seksual.

Hal tersebut dikatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (24/8/2022).
"Mungkin ini juga untuk menjawab bahwa isunya antara pelecehan ataupun perselingkuhan. Ini sedang kami dalami. Jadi, tidak ada isu lain di luar itu," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagaimana dikutip TribunJatim.com dari Kompas TV.
Merespons pernyataan Kapolri terkait motif pembunuhan Brigadir J, pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak langsung membantah.
Adapun Kamaruddin Simanjuntak menyebut motif pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang disebut-sebut dilakukan Brigadir J itu sudah terbantah.
Kamaruddin Simanjuntak mengatakan bahwa rekening Brigadir J melakukan pengiriman uang ke salah satu tersangka pada 11 Juli 2022.
Kamaruddin Simanjuntak mengatakan bahwa rekening Brigadir J melakukan pengiriman uang ke salah satu tersangka pada 11 Juli 2022. (Instagram/kamaruddin.official)
"Pelecehan seksual sudah terbantahkan, laporan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo terkait pelecehan sudah SP3. Tidak ditemukan tindak pidananya," ujar Kamaruddin Simanjuntak, seperti dilansir TribunJatim.com dari tayangan Dua Sisi tvOne, Kamis (25/8/2022).
Lokasi dugaan pelecehan seksual pun kemudian dibuat seolah-olah terjadi di Magelang dan bukan Duren Tiga seperti pada laporan pertama.
Namun hal itu pun, kata Kamaruddin Simanjuntak, sudah dibantah olehnya dengan memunculkan percakapan via chat WhatsApp antara adik Brigadir J, yakni Reza Hutabarat dengan Putri Candrawathi.
Menurut Kamaruddin Simanjuntak, pada chat WhatsApp antara Reza Hutabarat dengan Putri Candrawathi itu justru isinya memuji-muji kerajinan dan ketekunan Brigadir J.

"Putri bilang luwes banget, multi talenta, sampai baju anak-anak disetrikain, kamu enggak bantuin kakakmu? kamu lagi off apa lagi piket? Si Reza menjawab, saya lagi piket bu. Dari situ kita anggap bahwa tidak ada pelecehan, karena ibu Putri Candrawathi bahagia. Sehingga tuduhan dia (Putri) melapor pada suami itu terbantahkan," ujar Kamaruddin Simanjuntak.
Di ruang obrolan itu, Putri Candrawathi tampak mengirimkan gambar Yosua yang sedang menyetrika pakaian anak-anaknya.

PC memuji Brigadir J sebagai sosok yang rajin dan multitalenta, untuk kemudian melontarkan candaan agar Reza Hutabarat menyusul ke kediaman Putri Candrawathi dan membantu Brigadir J.

Menurut Kamaruddin, mustahil ada pelecehan jika jelang kematian Brigadir J.

Mengingat Putri Candrawathi masih sangat akrab dan menunjukkan gestur kasih sayang seorang ibu terhadap Brigadir J.

Pun sebaliknya, jika ada motif perselingkuhan dalam pembunuhan ini, Kamaruddin Simanjuntak tegas mengklaim oknum yang mendua pasti berasal dari sisi Sambo, bukan Putri Candrawathi.

"Ada, saya sudah minta kepada Kabareskrim, tangkap itu rohaniawan yang mengawinkan si bapak dengan wanita cantik itu (AKP Rita). (Benar ada perselingkuhan) tapi bukan ibu dong! Artinya itu kehormatan pribadinya si bapak (FS), bukan ibu. Jangan dibilang korbannya ibu,” katanya.

Ade Firmansyah Sugiharto selaku Ketua Tim Dokter Forensik Gabungan merinci total ada lima luka tembakan ditemukan di tubuh Brigadir J.
Ade Firmansyah Sugiharto selaku Ketua Tim Dokter Forensik Gabungan merinci total ada lima luka tembakan ditemukan di tubuh Brigadir J. (Kolase YouTube Top Artis Channel.)
"Perselingkuhan tidak mungkin, karena kami itu orang Batak adalah keturunan raja, orang-orang terhormat. Tidak boleh kami berselingkuh dengan ibu kami. Karena ibu Putri Candrawathi itu adalah ibunya (Brigadir J). Jadi ibu kandungnya di Jambi, ibu yang merawatnya atau ibu sambungnya di Jakarta (yaitu Putri)," lanjut Kamaruddin Simanjuntak.
Tak hanya itu, melengkapi pernyataannya soal Brigadir J tak mungkin selingkuh dengan Putri Candrawathi diperkuat Kamaruddin dengan statment hukum Taurat yang kelima.
"Hukum taurat yang kelima mengatakan, wajiblah kau hormati ayah dan ibumu supaya kau berbahagia dan lanjut umur. Nah kan ini ibunya, Pak Ferdy Sambo dibanggakan sebagai ayahnya, ibu Putri dibanggakan sebagai ibunya, makannya wajib hormat, jadi tidak ada pelecehan, tidak ada perselingkuhan," kata dia.
Tak setuju dengan pernyataan Kapolri soal tidak ada motif lain pembunuhan Brigadir J selain perselingkuhan dan pelecehan seksual, Kamaruddin Simanjuntak menyebut justru ada motif lain yang membuat Ferdy Sambo justru menghabisi Brigadir J.
"Ada (motif lain). Saya sudah minta ke Kabareskrim tangkap itu rohaniawan yang mengawinkan si bapak (Ferdy Sambo) dengan wanita cantik itu (sosok polwan). Karena kami dilarang bercerai. Itu kan terkait kehormatan pribadi si bapak dong bukan si ibu (Putri). Jangan dibilang korbannya ibu, Itu sebabnya ibu ini harus bangkit dong, katakan sejujurnya, jangan ada dusta di antara kita, kan gitu," kata Kamaruddin.
Bahkan, kata Kamaruddin Simanjuntak, ia sudah berupaya untuk bertemu dengan Putri Candrawathi untuk mendengar langsung cerita yang sebenarnya.
"Saya sudah menawarkan diri lho, saya mau ketemu ibu Putri dong, saya mau dengar curahan hatinya, supaya perkara ini cepat selesai," katanya.
 

Berita lain terkait Brigadir J

Informasi lengkap dan menarik lainnya hanya di GoogleNews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved