Berita Gresik

KASAD Dudung Abdurachman Kukuhkan Bapak Bunda Asuh Anak Stunting Kabupaten Gresik

epala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, disaksikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan sejumlah pejab

Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
KASAD Dudung Abdurachman Kukuhkan Bapak Bunda Asuh Anak Stunting Kabupaten Gresik 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, disaksikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat Gresik sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting, Kamis (01/09).

Acara yang dilaksanakan di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Kabupaten Gresik tersebut dihadiri sedikitnya 900 undangan dari Forkopimda, Penyuluh KB, Tim Penggerak PKK, kader dan pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Gresik.

Sejumlah tokoh masyarakat yang dikukuhkan sebagai Bapak dan Bunda Anak Stunting pada kesempatan tersebut adalah Komandan Komando Resor Militer 084, Bupati Gresik, Wakil Bupati Gresik, Ketua TP PKK KAB. GRESIK, Komandan Komando Distrik Militer 0817, Kapolres Gresik, Kepala Kejaksaan Negeri Gresik, Ketua Pengadilan Negeri Gresik, Ketua Pengadilan Agama Gresik, Ketua DPRD Gresik, Perwakilan PT. Petrokimia Gresik, PT. Smelting dan PT. Wilmar Nabati Indonesia.

KASAD Dudung Abdurachman sebelumnya dikukuhkan sebagai Duta Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) pada 29 Juni 2022 lalu bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional.

Hal ini segera ditindaklanjuti dengan menunjuk Pangdam, Danrem dan Dandim untuk menjadi Bapak Asuh Anak Stunting di wilayah masing-masing dan mengarahkan Danramil serta Babinsa untuk melihat langsung bagaimana kondisi anak-anak stunting.

Dudung menyampaikan, salah satu tugas TNI adalah turut membantu masyarakat terutama pasca terjadinya pandemi Covid-19.

"Banyak masyarakat yang terdampak, ada wilayah yang belum terjangkau air bersih. Kita ikut mengantisipasi berbagai dampaknya salah satunya stunting. Sehingga kita lakukan berbagai kegiatan bekerjasama dengan BKKBN untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bersama membantu pemerintah daerah" terang KASAD Dudung Abdurachman.

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, MM menjelaskan, program BAAS merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan peran lintas sektor dan seluruh elemen masyarakat dalam percepatan penurunan stunting.

Menurut Erna, hingga saat ini laporan dari 7 wilayah Kab/ Kota di Jatim tercatat 400 anak yang sudah didampingi melalui Program BAAS.

“Tentu masih akan terjadi perkembangan, bahkan pihak swasta dan lembaga sosial begitu antusias untuk berperan aktif dalam BAAS. Untuk ikut dalam program BAAS, persyaratan pendampingan ini minimal selama 6 bulan” terang Erna.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved