Berita Surabaya
Bertugas di Lebanon 1,5 Tahun, Momen Haru Warnai Kedatangan Ratusan Prajurit Misi Perdamaian Dunia
Sertu Tri Mulyanto adalah satu dari 119 prajurit yang menjalankan Misi Perdamaian Dunia, sebagai Satgas Maritim TNI XXVIII-M UNIFIL di Lebanon selama
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrian Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sertu Tri Mulyanto adalah satu dari 119 prajurit yang menjalankan Misi Perdamaian Dunia, sebagai Satgas Maritim TNI XXVIII-M UNIFIL di Lebanon selama 1,5 tahun.
Pria asal Yogyakarta tersebut merupakan Crew Helly Satgas Maritim Task Force (MTF) 28-M.
Kehadirannya bersama para personel lain diwarnai sujud syukur dan isak tangis bahagia dari sejumlah anggota keluarga.
Tak ketinggalan beberapa diantara sanak saudara menghadiahkan cinderamata bunga, sebagai bentuk ucapan selamat datang.
Nampak dua remaja berlari begitu kencang kemudian disambut dengan tangan terbuka dari ayahnya yang seorang prajurit.
Ada juga salah satu dari mereka berkali kali mencium balitanya yang sedang digendong, sambil memeluk erat sang istri.
Selain disambut anggota keluarga, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono, didampingi Ketua Umum Jalasenastri, Vero Yudo Margono, menerima kedatangan satgas tersebut yang berlayar dengan KRI Sultan Iskandar Muda (SIM) -367, Koarmada II, Sabtu (3/9/2022).
"Senang rasanya usai menuntaskan misi menjaga perdamaian dunia selama 1,5 tahun. Saya disambut sama istri dan dua anaknya. Kangen berat dan pastinya setelah acara ini kumpul sama istri dan keluarga," ujar Sertu Tri Mulyanto.
Komandan KRI SIM 367 Letkol Laut (P) Abdul Haris, mengatakan, operasi maritim ini adalah satu satunya yang ada di dunia di bawah bendera PBB. Sehingga, merupakan suatu kebanggaan bagi Bangsa Indonesia ketika mengirimkan kapal dan kru terbaik, bergabung dengan unsur MTF.
"Sejak bergabung tahun 2009, hingga kini kami adalah satgas yang ke-13 MTF TNI Kontingen Garuda 28M UNIFIL. Kebanggaan yang kami rasakan adalah Indonesia memiliki Angkatan Laut yang sejajar dengan kelas dunia. Kami lebih gahar, lebih hebat, dan bisa menjadi terkuat di Asia," tuturnya.
Menurutnya, prajurit-prajurit yang dimiliki, selain mempunyai kemampuan juga sebagai duta bangsa untuk kebudayaan.
Kemudian, selama berada disana, para personel diajak berdiskusi soal angkatan bersenjata
"Kami memberikan pelatihan kepada staf saat itu kru AL Jerman, karena mereka melihat langsung bagaimana kami kerja di kapal perang. Ditambah banyak penghargaan yang kami terima. Ini merupakan kebanggaan bagi kami," pungkasnya