Berita Lamongan

Cerita ODGJ di Lamongan yang Kini Lulus S1 Perawat dan Bekerja di Rumah Sakit, Dulu Lempari Mobil

Penderita ODGJ bisa sembuh dan bisa juga sukses. Setidaknya itu tergambar pada diri WP (25) yang kehidupannya bahkan lebih baik dan mentereng.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Hanif Manshuri
Posyandu Kesehatan Jiwa di Desa Bulutigo Kecamatan Laren, Sabtu (10/9/2022) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Penderita ODGJ bisa sembuh dan bisa juga sukses. Setidaknya itu tergambar pada diri WP (25) yang kehidupannya bahkan lebih baik dan mentereng.

WP yang pernah menderita sebagai ODGJ berhasil meraih profesi sebagai seorang perawat dengan dukungan biaya beasiswa dari Pemkab Lamongan.

Laki-laki yang tinggal di Kecamatan, Laren bahkan telah bekerja di Rumah Sakit Karangkembang Babat, setelah berhasil menyelesaikan kuliah S1 keperawatan di Universitas Muhammadiyah Lamongan.

Setelah menyandang gelar sarjana keperawatan, dan sebelum itu semua terwujud, WP harus menjalani masa-masa kelam. Ia bahkan pernah dipasung akibat menderita gangguan jiwa.

"Sempat dirantai juga mas, kemudian setelah sembuh, saya lanjut lagi sekolah SMA dan lulus kemudian mendapatkan beasiswa dari Pemkab Lamongan," kata WP kepada wartawan seusai menghadiri Posyandu Kesehatan Jiwa Mekar Sari di Desa Bulutigo, Laren, Sabtu (10/9/2022).

Baca juga: Dedikasi Rawat Ratusan ODGJ di Rumahnya, Anggota Polres Lamongan Ini Diberikan Mobil oleh Kapolres


Wahyu kemudian berlanjut memberikan semangat kepada orang-orang yang kini menderita gangguan jiwa yang kini masih dalam tahap penyembuhan.

Wahyu Prayogi juga sempat sakit dan melempari mobil petugas kesehatan. Ia juga sempat dibawa berobat ke Rumah Sakit Jiwa Menur di sana Wahyu Prayogi juga sempat berontak. Namun dengan kesabaran dan juga dukungan dari keluarga Wahyu Prayogi pun kini telah sembuh.

"Sampai mobil petugas saya lempari batu. Tapi itu dulu kini mari kita memulai hidup baru lagi dengan penuh semangat dan bermanfaat bagi masyarakat banyak," pintanya.

WP menderita gangguan jiwa pada saat di Brebes Jawa Tengah tahun 2016 hingga 2017. Ada banyak faktor yang membuat dirinya seperti itu, salah satunya adalah korban broken home.

Sejak masih kecil kedua orang tua WP sudah cerai. Setelah itu ia kemudian datang ke Brebes dan tinggal bersama neneknya. Tak lama kemudian neneknya pun meninggal dunia.

Itulah yang barangkali menyebabkan dirinya kala itu sampai mengalami gangguan jiwa.

Semua bisa ia lalui dan kini menjadi manusia yang berguna dan dibutuhkan banyak orang. Ia memiliki profesi mulai sebagai perawat.

Sementara itu, Kordinator Pendamping Pasung Kabupaten Lamongan M. Rozim Arista mengatakan, sebenarnya posyandu jiwa ini sudah dimulai sejak tahun 2014 silam di Bulutigo.

Posyandu jiwa ini sendiri telah berhasil menyembuhkan 114 ODGJ di wilayah Laren. Bahkan dari 114 mantan ODGJ ini bisa bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga.

"Sebenarnya posyandu jiwa ini sudah mulai dan di launching pada 2014 lalu mas, dan Alhamdulillah berkat posyandu jiwa ini, Lamongan dinyatakan bebas pasung," pungkasnya.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved