Pemilu 2024

Hasil Survei ARCI Pemilu 2024, Gerindra Ada Potensi Unggul di Jatim, Pengamat Ungkap Sejumlah Faktor

Lembaga Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) memotret pergerakan elektabilitas sejumlah parpol di Jawa Timur dari hasil survei terbaru me

TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Direktur Eksekutif ARCI Baihaki Sirajt saat paparkan hasil survei terbarunya di Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lembaga Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) memotret pergerakan elektabilitas sejumlah parpol di Jawa Timur dari hasil survei terbaru mereka periode September 2022. 

Di antara yang terekam adalah Partai Gerindra yang disebut berpotensi terus menempel ketat PKB dan PDIP, bahkan bisa jadi menyalip. 

Dari survei itu diketahui elektabilitas PKB berada di angka 16,8 persen di urutan pertama, kemudian PDI Perjuangan 16,1 persen serta disusul Partai Gerindra di posisi ketiga 15,4 persen. Hal ini menjadi gambaran dari survei yang dilakukan ARCI di 38 Kabupaten/kota di Jawa Timur. 

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1200 responden dan memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sebesar 2,8 persen. 

Direktur Eksekutif ARCI Baihaki Sirajt menjelaskan, jarak antara tiga parpol yang tak terpaut jauh menjadikan potensi persaingan kompetitif. PKB dan PDI Perjuangan bisa saling salip, begitupun Gerindra juga punya peluang.

"Karena (jarak) itu masih angka margin of error," kata Baihaki saat memaparkan hasil surveinya di Surabaya, dikutip Selasa (20/9/2022). 

Terkait Gerindra, Baihaki menyebut ada kecenderungan kenaikan elektabilitas dalam beberapa waktu terakhir. Berkaca dari hasil survei ARCI sebelumnya yang dikeluarkan Juli, elektabilitas Partai Gerindra merangkak naik. 

Dalam analisanya, Baihaki menjelaskan kenaikan itu disebabkan sejumlah hal. Misalnya, pergerakan kader disejumlah kawasan. Termasuk faktor Ketua Umum mereka Prabowo Subianto yang punya potensi kembali maju Pilpres mendatang. 

Sekalipun demikian, Baihaki menyebut pekerjaan rumah yang masih perlu digarap Partai Gerindra. Yakni, segmentasi milenial yang perlu terus dioptimalkan. "Saya kira tinggal itu PR-nya, karena ceruk suara kalangan Nahdliyin mereka juga bisa masuk," jelasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved