Berita Nganjuk

Jalankan Putusan MA, Kejari Nganjuk Eksekusi Denda Dua Mantan Camat Terpidana Kasus Korupsi

Jalankan putusan Mahkamah Agung (MA), Kejaksaan Negeri Nganjuk mengeksekusi denda dua mantan camat terpidana kasus korupsi.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Salah satu mantan camat terpidana kasus korupsi penerimaan dan pemberian uang dalam mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk menandatangani berita acara eksekusi sesuai putusan MA, 2022. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Kejaksaan Negeri Nganjuk menjalankan putusan Mahkamah Agung (MA) untuk mengeksekusi dua mantan camat terpidana korupsi penerimaan dan pemberian uang dalam mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk. Yakni mantan Camat Berbek, Hariyanto dan mantan Camat Tanjunganom, Edie Srianto.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Nganjuk, Andie Wicaksono menjelaskan, dalam putusan Mahkamah Agung tersebut, para terpidana harus menjalani hukuman penjara selama satu tahun tiga bulan dan membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

"Tapi karena kedua mantan camat itu telah menjalani pidana pokok berupa pidana selama 1 tahun 3 bulan penjara, maka para terpidana tersebut harus membayar denda. Apabila para terpidana tidak mampu membayar denda, maka para terpidana harus menjalani pidana kurungan selama 3 bulan di penjara,” kata Andie Wicaksono, Kamis (29/9/2022).

Dikatakan Andie Wicaksono, para terpidana tersebut saat ini masih membutuhkan waktu untuk melakukan pembayaran denda sesuai dengan surat pernyataan yang telah ditandatanganinya.

"Dalam proses ini kami menunggu dua terpidana memenuhi pembayaran denda itu sebelum mengeksekusinya kembali ke penjara sebagai pengganti denda," tandas Andie Wicaksono.

Seperti diketahui, para terpidana tersebut terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam penerimaan dan pemberian uang dalam mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk.

Perbuatan tersebut melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya, pada tanggal 19 September 2022 Jaksa Eksekutor juga telah melakukan eksekusi terhadap 3 orang terpidana mantan camat.

Ketiganya yaitu mantan Camat Pace Dupriono, mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo, dan mantan Camat Loceret Bambang Subagio.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Nganjuk

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved